![]() |
| Peristiwa longsor terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.30 WIB dan menimbun sedikitnya 16 rumah warga di dua dusun tersebut. |
Liputan12.com
Jakarta │ Polri memperkuat upaya pencarian
korban tanah longsor di Desa Cipendeuy, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap,
Jawa Tengah, dengan menurunkan ratusan personel dan tim anjing pelacak. Total
205 personel diterjunkan pada hari kedua operasi SAR untuk menyisir lokasi
terdampak.
“Personel Polri sebanyak 205 personel diturunkan untuk membantu proses pencarian korban di hari ke-2 dengan melibatkan tim anjing pelacak atau K9 gabungan,” ujar Kapolres Cilacap Kombes Budi Adhy Buono kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).
Selain personel, Polri juga mengerahkan 10 anjing pelacak K9
dari berbagai satuan, yakni Ditsamapta Polda Jateng, Polresta Cilacap, Polresta
Banyumas, Polres Temanggung, dan Polres Tegal. Kehadiran K9 ini menjadi bagian
penting untuk mempercepat deteksi keberadaan korban di bawah timbunan material
longsor.
Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih mencari 20 warga
yang belum ditemukan, terdiri dari enam warga Dusun Tarukahan dan 14 warga
Dusun Cibuyut. Sebelumnya, tiga warga telah ditemukan dalam kondisi meninggal
dunia.
Peristiwa longsor terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul
19.30 WIB dan menimbun sedikitnya 16 rumah warga di dua dusun tersebut. Kondisi
medan yang berat membuat proses pencarian harus dilakukan secara manual dibantu
K9 untuk mengidentifikasi titik-titik yang diduga terdapat korban.
(Humas Polres Lampura)
