- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

SURAT TERBUKA PEMERHATI PELAYARAN NUSA UTARA YUSAK WALO: KELUARGA TOGELANG PEJUANG INDUSTRI ANGKUTAN PELAYARAN DI NUSA UTARA

Selasa, 19 Agustus 2025 | 8/19/2025 02:09:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-19T01:22:00Z


Sulut-Liputan12, Insiden kecelakaan terbakarnya kapal KM Barcelona yang terjadi beberapa waktu lalu di perairan Talise telah menciptakan gelombang perbincangan di berbagai kalangan masyarakat. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Lirung menuju Pelabuhan Manado itu tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga memicu pro dan kontra di antara warga. Penyebab dan tanggung jawab yang harus diambil, tak sedikit dari mereka yang mencari kesalahan satu sama lain dan mengkambinghitamkan pihak tertentu. Sehingga menambah kompleksitas situasi yang ada.

‎Di tengah hiruk-pikuk tersebut, seorang pemerhati pelayaran asal Nusa Utara Pnt. Yusak Leman Walo anak dari Zet Walo, muncul sebagai suara yang menggaungkan kepedulian atas kejadian ini. Di dunia pelayaran nama Zet Walo bukanlah hal yang asing, terutama di Kota Manado. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh yang berkontribusi besar dalam pengembangan sektor pelayaran di Nusa Utara. Menjadikan pelabuhan Manado sebagai salah satu akses vital menuju Kabupaten Sitaro, Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

‎Yusak merupakan saksi hidup perjalanan ayahnya Zet Walo dalam usaha pelayaran, mengambil inisiatif untuk menulis surat terbuka yang menerangkan sejarah perkembangan Pelabuhan Manado. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 1970-an, pelabuhan ini telah menjadi pintu masuk barang dan logistik serta melayani pelayaran rakyat antar pulau di Nusa Utara dan Pulau Maluku Utara. Berawal dari kapal kayu hingga berkembang ke kapal besi baja, Modernisasi pelabuhan mulai terlihat di tahun 1980-an dengan pembangunan dermaga beton. Hingga  menjadikannya sebagai pelabuhan umum yang kemudian dikelola oleh PT (Persero) Pelindo IV pada tahun 1983.

‎Surat terbuka Yusak juga menyoroti peran penting keluarga Togelang, pemilik KM Barcelona. Dalam dunia transportasi laut selama ini, Keluarga Togelang telah menjadi pelopor dalam menyediakan armada kapal yang menjadi tulang punggung penghubung antar pulau di Nusa Utara. Selama empat dekade terakhir, kapal-kapal mereka telah berperan krusial dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Membantu mobilisasi barang dan orang, serta memberikan akses yang lebih baik bagi penduduk kepulauan. 

Dalam perjalanan panjang pelayaran di Nusa Utara, keterbatasan transportasi laut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil tersebut. Namun, kehadiran armada kapal milik keluarga Togelang menjadi jawaban bagi tantangan ini. Usaha pelayaran ini membuka pintu bagi masyarakat untuk dapat mengakses berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan. Kapal-kapal mereka tidak hanya berfungsi sebagai transportasi, tetapi juga simbol perjuangan dan harapan masyarakat untuk keluar dari keterisolasian. Perjuangan panjang bidang pelayaran keluarga Togelang turut memberi andil besar dalam menciptakan fondasi ekonomi lokal yang lebih kuat dengan terbukanya jalur laut, aktivitas perikanan serta kebutuhan logistik. Hal ini juga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong terciptanya pemekaran dua kabupaten di wilayah Nusa Utara, yakni kabupaten Talaud dan kabupaten Sitaro dari kabupaten induk Sangihe.

‎Kini setelah setengah abad berkiprah di dunia pelayaran, keluarga Togelang masih tetap di kenal sebagai bagian penting dari sejarah pembangunan Nusa Utara. Dedikasi ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dalam membangun daerah kepulauan menuju masyarakat yang lebih maju, sejahtera dan berdaya saing melalui penyediaan jasa pelayaran kapal yang beroperasi khususnya di Sangihe, Talaud, Sitaro dan Maluku.

Masyarakat kini menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kebakaran kapal KM Barcelona VA. Di saat yang sama, perbincangan mengenai pentingnya regulasi keselamatan pelayaran kian meningkat. Berbagai masukan dari kalangan pelaku usaha dan masyarakat diharapkan dapat menjadi masukan berharga untuk perbaikan dan peningkatan keselamatan di sektor pelayaran, agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

‎Insiden ini juga mengingatkan semua pihak akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam industri pelayaran. Harapan masyarakat adalah agar semua pihak yang terlibat mampu berkolaborasi untuk menciptakan sistem yang lebih aman dan efisien. Kecelakaan ini seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan komitmen keselamatan dan pelayanan publik di sektor pelayaran.

Peristiwa musibah terbakarnya KM Barcelona VA memang menjadi duka yang mendalam. Namun kejadian tersebut tidak boleh menghapus sejarah panjang pengorbanan dan jasa keluarga Togelang dalam membangun transportasi laut di kawasan Timur Indonesia. 

Kepedulian Yusak Walo dan tokoh lainnya dari Nusa Utara berharap agar insiden terbakarnya KM Barcelona VA jangan hanya dinilai sisi negatifnya, tapi ada sisi positif yang sekiranya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Laut dan pemerintah propinsi. Agar bisa mengaktifkan kembali lima armada Barcelona grup dalam melayani masyarakat kepulauan. Karena keluarga Togelang sebagai owner KM Barcelona, telah turut berjuang dalam berkontribusi serta mendorong perubahan positif  industri pelayaran. Satu hal juga yang perlu diingat dan diperhitungkan, yakni pihak keluarga Togelang bersama almarhum Zet Walo telah membangun komitmen bersama dalam pelayanan pelayaran kepada masyarakat Nusa Utara. Almarhum Zet Walo meminta agar pelayaran Manado - Nusa Utara bukan hanya sekedar menjadi tempat mencari keuntungan, tapi bagaimana agar bisnis ini bisa berdampak sosial bagi masyarakat. Maka berlakulah peraturan bahwa setiap jenasah yang akan dibawa ke daerah kepulauan ditambah 3 orang pengantar, digratiskan. Dan hal tersebut masih terus berlaku sampai sekarang, diikuti oleh semua perusahaan pelayaran yang ada di pelabuhan Manado.

Terbukti dan ternyata bahwa sektor pelayaran yang dibangun oleh keluarga Togelang tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Tetapi juga sangat berperan penting dalam penghubung antar pulau yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat di kepulauan yang selama ini berjuang untuk memperoleh akses yang layak dan aman.

‎Penulis:JeEv

×
Berita Terbaru Update