- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat Berhasil Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Pegunungan Blok 5 Morowali

Sabtu, 07 November 2026 | 11/07/2026 07:54:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-07T12:54:46Z
Petugas kepolisian melakukan upaya pemadaman bara api di area lahan yang terbakar. Sinergi TNI-Polri dan masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran yang diperkirakan berdampak pada lahan seluas kurang lebih lima hektare.


Morowali, Liputan12.com – Gerak cepat dan sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan jajaran TNI-Polri bersama masyarakat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Blok 5, Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.


Kebakaran yang terjadi pada Jumat (6/11/2026) malam tersebut berhasil dikendalikan setelah personel Polsek Bungku Barat bersama anggota TNI dan warga setempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Respons cepat ini dilakukan guna mencegah kobaran api semakin meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.


Dalam penanganan tersebut, sebanyak delapan personel Polsek Bungku Barat, tiga personel TNI, serta lima warga masyarakat dikerahkan. Mereka bahu-membahu menghadapi kobaran api yang membakar vegetasi dan lahan di kawasan pegunungan tersebut.


Kapolsek Bungku Tengah AKP Muh Irham, S.H., memerintahkan langsung personel Polsek Bungku Barat untuk melakukan langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian kebakaran.


Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih lima hektare. Area yang terbakar tersebut diketahui merupakan lahan milik PT BTIIG.


Akses Terbatas Tidak Menghalangi Upaya Pemadaman


Proses pemadaman tidak berjalan tanpa hambatan. Petugas di lapangan menghadapi kendala berupa terbatasnya akses jalan menuju sejumlah titik api di kawasan pegunungan.


Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi personel gabungan. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat petugas dan masyarakat untuk melakukan penanganan secara bersama-sama.


Melalui koordinasi dan kerja sama yang intensif, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WITA.


Keberhasilan tersebut menjadi gambaran pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau.


Polisi Ingatkan Bahaya Membakar Lahan


Pasca kejadian, Polsek Bungku Barat mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar.


Kebiasaan membakar lahan, meskipun dilakukan dalam skala kecil, berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar apabila api tidak terkendali. Terlebih, kondisi vegetasi kering dan akses pemadaman yang terbatas dapat memperbesar risiko meluasnya kobaran api.


Selain mengancam kelestarian lingkungan, karhutla juga berpotensi menimbulkan kerugian material serta dampak terhadap kesehatan masyarakat akibat asap yang dihasilkan.


Polres Morowali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.


Peristiwa di Pegunungan Blok 5 ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas ketika api sudah membesar. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.


Sinergi TNI-Polri dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini, sehingga keselamatan warga, kelestarian alam, dan kawasan sekitar tetap terjaga.


Cegah Karhutla, Jaga Lingkungan! Polisi Bersama Masyarakat.



Penulis: Syaiful

×
Berita Terbaru Update