Luwuk, Liputan12.com — Semangat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan ditunjukkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan lapas, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui program "Imipas Peduli".
Aksi sosial ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud nyata penanaman nilai kepedulian, kedisiplinan, kebersamaan, serta tanggung jawab bersama antara petugas Pemasyarakatan dan Warga Binaan.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pejabat struktural, seluruh petugas Pemasyarakatan, hingga Warga Binaan. Mereka bahu-membahu membersihkan sejumlah titik di lingkungan lapas, mulai dari blok hunian, fasilitas umum, saluran drainase, hingga kawasan luar di sekitar kantor.
Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh peserta terlibat langsung dalam membersihkan lingkungan. Sampah yang terkumpul juga dipilah agar dapat dikelola secara lebih tertib dan teratur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat.
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa kegiatan Imipas Peduli memiliki makna lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab seluruh elemen di dalam lingkungan Pemasyarakatan.
Ia menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas kehidupan Warga Binaan serta menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
"Melalui bagian Imipas Peduli ini, kami ingin mewujudkan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih tentu mendukung kesehatan fisik dan mental Warga Binaan serta menunjang kelancaran pelaksanaan tugas-tugas Pemasyarakatan," ujar Bahrun.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, yang bertindak sebagai koordinator kegiatan, memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif.
Menurutnya, aspek kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan di dalam lapas. Lingkungan yang terawat dan tertata dinilai dapat mendukung terciptanya suasana yang lebih sehat sekaligus menunjang pelaksanaan pengamanan.
"Sebagai koordinator, kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan Imipas Peduli ini berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kebersihan lingkungan Lapas adalah bagian dari komitmen pengamanan dan pelayanan, di mana lingkungan yang resik dan tertata tentu akan menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua," tegas Andi Abdul Muis.
Di sisi lain, keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Mereka tidak hanya menjadi penerima layanan Pemasyarakatan, tetapi juga diberikan ruang untuk mengambil peran dan berkontribusi secara positif dalam menjaga lingkungan tempat mereka menjalani aktivitas sehari-hari.
Partisipasi tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup bersih, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang status maupun kedudukan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Luwuk berupaya menjadikan peringatan Hari Bakti Kemenimipas sebagai momentum untuk memperkuat budaya kerja yang bersih, sehat, humanis, dan penuh kepedulian.
Program Imipas Peduli juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka peringatan hari bakti, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa perubahan positif, baik bagi lingkungan Pemasyarakatan maupun masyarakat luas.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan petugas dan Warga Binaan Lapas Luwuk menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana, dilakukan bersama-sama, dan dijaga secara konsisten.
Reporter : Syaiful Bahri Amir




