Sampang – Liputan12.com – Keberadaan tumpukan sampah yang diduga berasal dari aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Jalan Imam Ghazali, Kabupaten Sampang, menuai keluhan masyarakat. Sampah yang terlihat menumpuk di tepi jalan tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Berdasarkan foto dan informasi yang diterima, terlihat sejumlah kantong sampah berukuran besar serta material sisa yang berserakan di sekitar lokasi. Selain itu, terdapat pula pecahan material bangunan dan berbagai jenis sampah lain yang membuat kawasan tersebut tampak kurang terawat.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama apabila sampah yang mengandung sisa makanan dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan dan pengangkutan secara rutin. Proses pembusukan sampah organik berpotensi menimbulkan bau menyengat serta mengundang lalat maupun hewan pembawa penyakit.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena lingkungan tempat tinggal mereka seharusnya menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman. Terlebih, apabila benar sampah tersebut berasal dari aktivitas operasional dapur MBG, pengelola dinilai perlu memberikan perhatian serius terhadap sistem pengelolaan limbah yang dihasilkan setiap hari.
Program Pemenuhan Gizi Harus Diimbangi Kebersihan Lingkungan
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Namun, pelaksanaan program tersebut juga harus memperhatikan aspek kebersihan, sanitasi, serta pengelolaan sampah dari seluruh aktivitas dapur.
Pengelolaan limbah makanan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Sampah sisa bahan makanan, kemasan, maupun limbah dapur lainnya semestinya dipilah, ditempatkan pada wadah yang sesuai, serta diangkut secara berkala agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Apabila pengelolaan sampah tidak dilakukan secara optimal, keberadaan fasilitas pelayanan pemenuhan gizi justru berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Warga Minta Penanganan dan Evaluasi
Masyarakat berharap pihak pengelola dapur MBG yang bersangkutan segera melakukan pengecekan dan membersihkan lokasi yang dikeluhkan. Dinas terkait di Kabupaten Sampang juga diharapkan turun langsung untuk memastikan kondisi kebersihan dan sistem pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya:
1. Pembersihan lokasi: Sampah yang menumpuk di Jalan Imam Ghazali diharapkan segera diangkut dan dibersihkan.
2. Pengangkutan rutin: Pengelola perlu memastikan tersedianya sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah secara terjadwal.
3. Evaluasi sanitasi dapur: Standar operasional kebersihan dan pengelolaan limbah perlu diperiksa secara berkala.
4. Pengawasan dinas terkait: Instansi yang membidangi kebersihan dan kesehatan lingkungan diharapkan melakukan pemeriksaan langsung apabila ditemukan dugaan pelanggaran standar sanitasi.
Warga juga berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut hingga berdampak lebih luas terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Menunggu Klarifikasi Pihak Pengelola
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG terkait asal-usul sampah, mekanisme pengangkutan, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.
Redaksi Liputan12.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait guna memperoleh penjelasan secara berimbang.
Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian bersama bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari manfaat yang diberikan kepada penerima, tetapi juga dari bagaimana pelaksanaannya tetap memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar.
Reporter: Saladin
LIPUTAN12.COM

