- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Belajar Tak Harus di Dalam Kelas, TK Al-Arifin Cangak Ajak Anak Didik Menikmati Pembelajaran di Tepi Pantai

Sabtu, 07 November 2026 | 11/07/2026 06:37:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-07T11:40:58Z
Keceriaan peserta didik TK Al-Arifin Cangak, Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, saat mengikuti kegiatan pembelajaran di alam terbuka kawasan pantai, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang dibimbing oleh koordinator guru, Yulia Mandasari, tersebut juga diisi dengan permainan edukatif, piknik, dan makan bersama sebagai upaya menanamkan nilai kebersamaan serta mempererat hubungan antara guru, anak didik, dan wali murid.


Sampang, Liputan12.com – Menghadirkan pendidikan yang menyenangkan dan penuh pengalaman menjadi salah satu upaya TK Al-Arifin Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dalam menumbuhkan semangat belajar anak sejak usia dini.


Pada Sabtu (7/11/2026), keluarga besar TK Al-Arifin Cangak menggelar kegiatan pembelajaran di luar ruangan dengan memanfaatkan suasana alam terbuka di kawasan pantai. Kegiatan tersebut berlangsung penuh keceriaan, keakraban, serta semangat kebersamaan antara peserta didik, tenaga pendidik, dan para wali murid.


Suasana pantai yang sejuk dengan hamparan pasir dan deburan ombak menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung di luar lingkungan sekolah.


Kegiatan tersebut dibimbing oleh Yulia Mandasari selaku koordinator guru TK Al-Arifin. Dengan penuh perhatian dan kesabaran, ia mengarahkan anak-anak agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib, ceria, dan penuh semangat.


Menariknya, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan langsung dari para wali murid, khususnya ibu kandung masing-masing peserta didik. Kehadiran para ibu bukan sekadar mendampingi, melainkan turut memberikan motivasi, perhatian, dan semangat kepada buah hati mereka.


Keterlibatan orang tua dalam kegiatan pendidikan seperti ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan mendidik anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Keluarga juga memiliki peranan penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta perkembangan mental dan sosial anak.


Belajar, Bermain, dan Membangun Kebersamaan


Tidak hanya diisi dengan kegiatan pembelajaran, acara tersebut juga dikemas dengan piknik dan makan bersama di tepi pantai. Seluruh peserta menikmati suasana kekeluargaan yang sederhana, tetapi memiliki nilai kebersamaan yang sangat berarti.


Anak-anak terlihat menikmati momen tersebut bersama teman-teman, guru, dan orang tua. Melalui kegiatan makan bersama, mereka dapat belajar mengenal arti berbagi, saling menghargai, menjaga kebersihan, serta membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya.


Pembelajaran di alam terbuka juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal lingkungan secara lebih dekat. Mereka dapat mengamati keindahan alam, mendengarkan suara ombak, merasakan suasana pantai, dan memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.


Hal-hal sederhana yang dialami secara langsung tersebut dapat menjadi pengalaman berharga yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.


Nenk Zhara: Pendidikan Bukan Hanya Tentang Membaca dan Berhitung


Kepala TK Al-Arifin Cangak, Nenk Zhara, ketika diwawancarai awak media menyampaikan bahwa kegiatan belajar di luar kelas merupakan salah satu upaya memberikan pengalaman pendidikan yang lebih beragam kepada anak-anak.


Ia menilai bahwa dunia anak usia dini adalah dunia yang penuh rasa ingin tahu, keceriaan, dan keinginan untuk mengenal hal-hal baru. Karena itu, proses pembelajaran perlu dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa terbebani, tetapi justru semakin mencintai kegiatan belajar.


Menurutnya, pendidikan pada usia dini tidak semata-mata mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membangun karakter, menanamkan nilai kesopanan, melatih kemandirian, membentuk keberanian, serta mengembangkan rasa kepedulian terhadap sesama.


“Bagi kami, anak-anak bukan hanya datang ke sekolah untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung. Mereka juga harus mendapatkan pengalaman hidup, belajar mengenal lingkungan, belajar berbagi, menghargai teman, serta memahami arti kebersamaan. Kami ingin setiap anak merasa bahagia ketika belajar, karena dari kebahagiaan itulah tumbuh semangat dan rasa cinta terhadap pendidikan,” demikian pesan yang dirumuskan untuk menggambarkan pandangan Kepala TK Al-Arifin Cangak.


Nenk Zhara juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, kasih sayang, perhatian, dan motivasi seorang ibu memiliki arti yang sangat besar dalam membangun kepercayaan diri anak.


“Guru memang memiliki tanggung jawab mendidik anak di sekolah, tetapi orang tua adalah pendidik pertama dan utama di lingkungan keluarga. Ketika guru dan orang tua berjalan bersama, saling mendukung dan memberikan perhatian, anak-anak akan merasakan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian dalam proses belajar dan meraih cita-cita,” menjadi pesan inspiratif yang dapat disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi kenangan menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pihak sekolah dengan keluarga peserta didik.


Membangun Generasi dengan Pengalaman dan Kasih Sayang


Kegiatan TK Al-Arifin Cangak di tepi pantai menjadi gambaran bahwa pendidikan anak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif dengan tetap memperhatikan tujuan pembelajaran dan keselamatan peserta didik.


Kebersamaan antara guru, anak-anak, dan wali murid menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif. Anak-anak membutuhkan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga perhatian, keteladanan, kasih sayang, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya.


Melalui kegiatan tersebut, TK Al-Arifin Cangak ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap tempat dapat menjadi ruang belajar selama terdapat nilai pendidikan di dalamnya.


Pantai hari itu bukan sekadar tempat bermain dan menikmati piknik bersama. Lebih dari itu, pantai menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman, mempererat persaudaraan, serta mengajarkan anak-anak tentang arti kebersamaan.


Sebab, pendidikan terbaik bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diberikan kepada anak, melainkan juga tentang bagaimana membentuk mereka menjadi pribadi yang berani, mandiri, peduli, berakhlak baik, dan memiliki semangat untuk terus belajar.


TK Al-Arifin Cangak, mendidik dengan hati, belajar dengan gembira, dan tumbuh bersama dalam kebersamaan.



Reporter : Redaksi Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update