Blitar, Liputan12.com – Kepedulian terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Babinsa Desa Tembalang Koramil 0808/12 Wlingi, Koptu Rudi Siswanto, turun langsung ke area persawahan untuk menjalin komunikasi sosial (komsos) sekaligus membahas hasil panen padi bersama para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur II.
Kegiatan tersebut berlangsung di area persawahan Dusun Galor, Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Sabtu (7/11/2026). Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan.
Dalam suasana penuh keakraban, Koptu Rudi Siswanto berdialog langsung dengan sejumlah anggota kelompok tani. Pembahasan difokuskan pada kondisi hasil panen padi musim ini, pemanfaatan hasil produksi, serta berbagai tantangan yang dihadapi petani selama proses budidaya hingga masa panen.
Dari komunikasi tersebut, diketahui bahwa mayoritas hasil panen anggota Poktan Ngudi Makmur II diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga masing-masing.
Menurut Koptu Rudi, keputusan petani memanfaatkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga merupakan salah satu bentuk kemandirian pangan yang perlu terus diperkuat.
Ketahanan pangan, menurutnya, tidak hanya berbicara tentang besarnya produksi pertanian maupun ketersediaan stok di tingkat daerah, tetapi juga menyangkut kemampuan setiap keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
"Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ketika kebutuhan pangan rumah tangga dapat terpenuhi dari hasil pertanian sendiri, hal itu menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat," demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain membicarakan hasil panen, pertemuan di tengah persawahan itu juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi petani mengenai sejumlah persoalan teknis pertanian. Di antaranya penanganan serangan hama, kebutuhan pemupukan, serta upaya menjaga produktivitas tanaman agar hasil panen pada musim berikutnya dapat lebih optimal.
Koptu Rudi berharap komunikasi dan koordinasi antara Babinsa dengan kelompok tani dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Dengan demikian, berbagai kendala yang muncul di lapangan bisa diketahui lebih awal dan dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Bagi para petani, perhatian dan pendampingan aparat kewilayahan menjadi bentuk dukungan moril tersendiri. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas mereka menunjukkan bahwa persoalan pertanian dan kesejahteraan petani merupakan bagian penting yang perlu mendapat perhatian bersama.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Tidak hanya dalam menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi penting ketahanan pangan nasional.
Pendampingan yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan diharapkan mampu memberikan semangat kepada para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian pangan mulai dari tingkat keluarga.
(Dim0808/Redaksi)

