Sukabumi, Liputan12.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan perkembangan dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan. Hingga Kamis (15/10/2026), pembangunan jalan penghubung Desa Mekarjaya dan Desa Waluran dilaporkan telah mencapai progres sekitar 35 persen.
Pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuka akses transportasi yang lebih memadai bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Melalui program TMMD, personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu mengerjakan pembangunan dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel TNI terlihat bekerja bersama masyarakat dalam meratakan badan jalan, menyiapkan material, serta melakukan pengerjaan pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan. Material batu yang telah disiapkan di sepanjang jalur menjadi bagian dari proses pembangunan untuk menunjang peningkatan kondisi jalan.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Personel TNI dan warga saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan di lapangan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan, sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
Tingkatkan Aksesibilitas dan Mobilitas Masyarakat
Pembangunan jalan penghubung Mekarjaya–Waluran diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Infrastruktur jalan yang memadai memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas warga, mendukung kegiatan ekonomi, serta mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan lainnya.
Selama ini, menurut keterangan dalam bahan pemberitaan, kondisi jalan yang rusak dan memiliki medan cukup terjal membuat perjalanan masyarakat di sejumlah titik menjadi kurang mudah. Warga harus menempuh jalur memutar untuk mencapai tujuan tertentu.
Dengan adanya pembangunan melalui program TMMD, akses antardesa tersebut diharapkan semakin terbuka dan dapat memangkas hambatan perjalanan masyarakat setelah pengerjaan selesai serta jalan dapat dimanfaatkan.
Kemudahan akses juga diharapkan memberikan dampak positif bagi warga yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dan perdagangan. Distribusi hasil pertanian, mobilitas menuju lahan garapan, serta aktivitas jual beli berpotensi menjadi lebih lancar apabila didukung kondisi jalan yang baik.
Meski demikian, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada penyelesaian pekerjaan sesuai rencana serta kualitas infrastruktur yang dibangun agar dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan Desa
Program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan wilayah.
Keterlibatan warga dalam pengerjaan jalan memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di tingkat desa. Melalui kerja bersama, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media, salah seorang personel di lokasi menyebutkan bahwa capaian progres 35 persen merupakan hasil kerja bersama antara TNI dan masyarakat.
“Progres 35 persen ini hasil kerja bersama. TNI dan masyarakat tidak ada sekat, semua turun ke lapangan. Targetnya jalan ini segera bisa digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari,” ujar salah satu personel di lokasi.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi salah satu unsur yang menyertai pelaksanaan pembangunan. Kebersamaan di lapangan diharapkan terus terjaga hingga seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan.
Warga Apresiasi Kehadiran Program TMMD
Dukungan terhadap pembangunan jalan juga disampaikan tokoh masyarakat setempat, Bambang Sujana. Ia mengaku bersyukur atas pelaksanaan program TMMD yang dinilainya membantu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih baik.
Menurut Bambang, kebersamaan antara personel TNI dan warga dalam mengerjakan pembangunan menghadirkan suasana kekeluargaan. Ia berharap hasil pembangunan tersebut nantinya dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. TNI dan warga di sini seperti keluarga, tidak ada jarak. Gotong royongnya luar biasa. Terima kasih untuk Kodim 0622 Sukabumi yang sudah peduli membangun jalan kami,” ungkap Bambang.
Ia menambahkan, kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan masih cukup besar. Karena itu, dirinya berharap perhatian terhadap pembangunan jalan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak wilayah yang memperoleh akses transportasi memadai.
“Kami berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut. Ini sangat membantu kami,” tambahnya.
Harapan tersebut mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok. Jalan yang layak tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung, tetapi juga menjadi salah satu penunjang bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap peluang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat
Melalui TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah sasaran. Pembangunan jalan Mekarjaya–Waluran menjadi salah satu pekerjaan yang diharapkan dapat mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah.
Capaian progres sekitar 35 persen hingga Kamis (15/10/2026) menunjukkan bahwa pekerjaan masih berlangsung dan memerlukan penyelesaian pada tahapan berikutnya. Oleh karena itu, perkembangan pekerjaan, kualitas hasil pembangunan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan rencana menjadi aspek penting untuk diperhatikan hingga proyek rampung.
Selain hasil fisik, keberhasilan program TMMD juga diharapkan tercermin melalui terpeliharanya semangat gotong royong dan hubungan harmonis antara TNI dengan masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Mekarjaya, Desa Waluran, serta masyarakat yang memanfaatkan jalur tersebut.
Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja sama, kepedulian, dan keberlanjutan. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu memperlancar mobilitas, mendukung kegiatan ekonomi, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Ajid Alvaro
Media: Liputan12.com



