- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045, Polres Sampang Gelar Apel Polisi Jogo Sekolah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10/23/2026 09:23:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T14:25:07Z
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., memimpin Apel Polisi Jogo Sekolah di lapangan apel Mapolres Sampang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat perlindungan dan keamanan di lingkungan pendidikan.


Sampang, Liputan12.com – Kepolisian Resor (Polres) Sampang menggelar apel program Polisi Jogo Sekolah di lapangan apel Mapolres Sampang, Jumat (23/10/2026), pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif dan preemtif kepolisian untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.


Apel dipimpin langsung Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sampang, para perwira, bintara, serta perwakilan guru dan pelajar tingkat SMA di Kabupaten Sampang.


Program Polisi Jogo Sekolah merupakan inisiasi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Program ini diarahkan untuk memperkuat kehadiran polisi di lingkungan pendidikan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian, tenaga pendidik, pelajar, dan masyarakat.


Pelaksanaan program tersebut juga selaras dengan semangat slogan “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk melindungi generasi muda dari berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan mereka.


Kapolres Tekankan Lima Pesan Penting kepada Pelajar


Dalam amanatnya, AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan lima pesan utama kepada para pelajar. Ia mengingatkan pentingnya menjauhi kenakalan remaja, termasuk tawuran, perundungan, tindakan kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba.


Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perilaku negatif tidak hanya berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga dapat menghambat proses pendidikan serta masa depan para pelajar.


Kapolres juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Para siswa diharapkan tidak mudah terprovokasi informasi bohong atau hoaks, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta menghindari perundungan di ruang digital atau cyberbullying.


Sebaliknya, teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mendukung kegiatan belajar.


Pesan berikutnya berkaitan dengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Pelajar diminta mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta membiasakan diri melakukan kegiatan positif dalam kehidupan sehari-hari.


AKBP Anang juga mendorong para siswa untuk berani bermimpi dan berusaha meraih cita-cita melalui ketekunan, kejujuran, kerja keras, dan doa. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu membangun karakter serta integritas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.


Selain itu, para pelajar diingatkan agar tidak ragu meminta bantuan apabila mengalami intimidasi atau perundungan. Mereka dapat menyampaikan persoalan tersebut kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang agar memperoleh pendampingan dan penanganan yang tepat.


Guru Didorong Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Karakter


Tidak hanya menyampaikan pesan kepada pelajar, Kapolres Sampang juga memberikan perhatian khusus kepada tenaga pendidik. Peran guru dinilai penting dalam membangun karakter siswa sekaligus mencegah munculnya persoalan di lingkungan sekolah.


Arahan kepada dewan guru mencakup penguatan pembinaan karakter, pencegahan dini terhadap perundungan dan penyalahgunaan narkoba, serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama saat berangkat dan pulang sekolah.


Kapolres juga mengajak pihak sekolah memperkuat sinergi lintas sektor bersama Bhabinkamtibmas dan Polsek setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi gangguan keamanan sejak dini dan menciptakan mekanisme komunikasi yang efektif antara sekolah dan kepolisian.


Dengan keterlibatan berbagai pihak, pencegahan terhadap perilaku menyimpang di kalangan pelajar diharapkan tidak hanya bergantung pada penindakan, tetapi juga melalui edukasi, pendampingan, dan pembentukan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan anak.


Polisi Hadir sebagai Pelindung dan Sahabat Pelajar


Usai memimpin apel, AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa pelajar merupakan elemen penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, perlindungan terhadap generasi muda perlu menjadi tanggung jawab bersama, baik kepolisian, sekolah, orang tua, maupun masyarakat.


Ia turut menyoroti perundungan yang terkadang dianggap sebagai candaan biasa. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi korban dan berpotensi memiliki konsekuensi hukum, bergantung pada bentuk serta unsur perbuatannya.


“Melalui program ini, kami menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis layaknya memperlakukan anak sendiri. Kami ingin Polisi hadir sebagai orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa Kepolisian ada untuk melindungi mereka,” tegas AKBP Anang Hardiyanto.


Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan yang ingin dikedepankan melalui program Polisi Jogo Sekolah, yakni menghadirkan polisi sebagai mitra perlindungan bagi pelajar. Pendekatan persuasif dan humanis diharapkan dapat membangun kepercayaan sehingga siswa lebih terbuka menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.


Pemetaan Sekolah dan Evaluasi Berkala


Sebagai tindak lanjut, Polres Sampang akan melakukan pemetaan secara berkala untuk menentukan sekolah-sekolah yang membutuhkan penguatan pengamanan dan pendampingan. Penempatan personel direncanakan dilakukan secara intensif sesuai kebutuhan di lingkungan pendidikan.


Program ini juga dipastikan akan diterapkan oleh seluruh Polsek jajaran Polres Sampang dengan evaluasi berkala. Langkah tersebut ditujukan agar pelaksanaannya tidak berhenti pada kegiatan apel seremonial, tetapi berlanjut menjadi upaya berkesinambungan dalam membangun lingkungan sekolah yang ramah anak, berkarakter, dan sadar hukum.


Melalui Polisi Jogo Sekolah, Polres Sampang berupaya memperkuat pencegahan gangguan keamanan di lingkungan pendidikan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi proses belajar dan pembentukan karakter.


Keberhasilan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari aparat kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat. Sinergi yang konsisten diharapkan dapat membantu melindungi pelajar dari kekerasan, perundungan, dan pengaruh negatif lainnya demi mendukung lahirnya generasi Indonesia yang berkualitas menuju 2045.



Humas Polres Sampang

Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update