- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

SEJIWO Goes To School, PD IWO Lampung Selatan Bekali Pelajar SMAN 1 Palas Tangkal Hoaks

Selasa, 06 Oktober 2026 | 10/06/2026 12:20:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T17:20:01Z

 

Di tengah derasnya arus hoaks di media sosial, Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Lampung Selatan mengambil langkah nyata. Melalui program SEJIWO Goes To School, puluhan pelajar SMAN 1 Palas dibekali kemampuan jurnalistik dan cara cerdas menangkal berita bohong, Senin (5/10/2026).


Lampung Selatan, Liputan12.com — Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong peningkatan literasi media di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui program Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online (SEJIWO) yang kali ini menyambangi SMA Negeri 1 Palas, Desa Palas Aji, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (5/10/2026).


Kegiatan edukasi jurnalistik yang dipusatkan di aula SMAN 1 Palas tersebut mendapat sambutan antusias dari puluhan siswa. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari anggota OSIS, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik, hingga perwakilan masing-masing kelas.


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PD IWO Lampung Selatan Sior Aka Prayudi, Kepala SMAN 1 Palas Sudiman, S.Pd., pemateri Yoan Doni, serta Agus Nadi yang bertindak sebagai moderator.





Ketua PD IWO Lampung Selatan Sior Aka Prayudi mengatakan, SEJIWO merupakan program resmi Pengurus Pusat IWO yang diarahkan untuk memberikan pemahaman dasar jurnalistik kepada generasi muda.


Menurutnya, program tersebut tidak semata-mata bertujuan mencetak calon wartawan, tetapi lebih jauh membangun karakter pelajar agar mampu menjadi pengguna media digital yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.


“SEJIWO ini adalah Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online. Tujuannya bukan untuk menjadikan semua siswa menjadi wartawan, tetapi untuk menjadikan pelajar sebagai pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan tidak mudah termakan hoaks,” ujar Sior Aka Prayudi.


Ia menilai perkembangan teknologi digital membuat arus informasi semakin cepat. Setiap orang kini dapat memproduksi sekaligus menyebarluaskan informasi hanya melalui telepon seluler.


Karena itu, menurut Sior, kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting agar pelajar tidak ikut menyebarkan berita bohong, informasi yang belum terverifikasi, maupun konten yang berpotensi menimbulkan ujaran kebencian.


“Di era digital ini, semua orang bisa menjadi penyebar informasi. Karena itu, harus dibekali dengan etika,” tegasnya.


Sior menambahkan, pelaksanaan SEJIWO Goes To School merupakan salah satu bentuk kontribusi IWO Lampung Selatan terhadap dunia pendidikan. Organisasi profesi wartawan tersebut ingin membangun sinergi dengan sekolah sekaligus mengambil bagian dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar.


“Kami ingin hadir sebagai mitra sekolah dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.


Kepala Sekolah Apresiasi Program SEJIWO


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palas Sudiman, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program SEJIWO di sekolahnya.


Ia menyampaikan apresiasi kepada PD IWO Lampung Selatan, khususnya Ketua Sior Aka Prayudi, yang telah hadir dan berbagi pengetahuan jurnalistik kepada para siswa.


“Atas nama keluarga besar SMAN 1 Palas, kami mengucapkan terima kasih kepada PD IWO Lampung Selatan, khususnya kepada Ketua Sior Aka Prayudi yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu di sekolah kami,” ungkap Sudiman.


Menurutnya, materi jurnalistik dan literasi media sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini. Sebab, siswa hidup di tengah derasnya arus informasi dari berbagai platform digital dan media sosial.


“Ini adalah ilmu yang sangat mahal dan sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak di zaman sekarang,” katanya.


Sudiman berharap kegiatan tersebut dapat membuat siswa semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Selain mampu membedakan fakta dan opini, siswa juga diharapkan memiliki keterampilan menulis yang baik.


“Kami berharap setelah mengikuti SEJIWO ini, anak-anak kami lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tahu cara membedakan fakta dan opini, serta bisa menulis dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik,” tambahnya.


Pelajar Diajarkan Mengenali Hoaks


Memasuki sesi utama, Yoan Doni selaku pemateri menyampaikan sejumlah materi jurnalistik dengan pendekatan yang mudah dipahami para pelajar.


Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar jurnalistik, pengenalan berita, unsur 5W+1H, hingga konsep piramida terbalik dalam penulisan berita.


Selain itu, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai etika jurnalistik dan pentingnya melakukan verifikasi atau cek dan ricek sebelum menyebarluaskan informasi.


Materi juga mencakup teknik menulis kreatif dan penyusunan press release, sehingga siswa tidak hanya memahami teori jurnalistik tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan menulis.


Hal yang tidak kalah penting adalah edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Para siswa diajak mengenali ciri-ciri informasi palsu, tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi, serta membangun kebiasaan menjadi pengguna media sosial yang positif.


Yoan Doni yang juga merupakan wartawan senior di Lampung Selatan memberikan sejumlah contoh informasi hoaks yang kerap beredar di lingkungan masyarakat, termasuk di kalangan pelajar.


Ia kemudian menjelaskan bagaimana langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.


“Menjadi wartawan itu keren, tetapi menjadi pembaca yang cerdas itu jauh lebih keren. Sebelum kalian share informasi di grup WhatsApp, tanya dulu: ini benar atau tidak? Sumbernya siapa? Kalau tidak jelas, jangan di-share,” ujar Yoan Doni.


Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam kegiatan SEJIWO, mengingat pelajar merupakan kelompok yang sangat aktif berinteraksi dengan berbagai platform digital.


Sesi Tanya Jawab Berlangsung Interaktif


Antusiasme siswa semakin terlihat saat memasuki sesi tanya jawab yang dipandu moderator Agus Nadi.


Sejumlah pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari cara menjadi wartawan, pengalaman dan tantangan dalam menjalankan tugas jurnalistik, cara menghadapi tekanan ketika melakukan peliputan, hingga peluang mengelola media sosial secara positif dan produktif.


Agus Nadi selaku moderator turut mencairkan suasana sehingga komunikasi antara pemateri dan peserta berlangsung lebih santai dan interaktif.


Melalui kegiatan tersebut, PD IWO Lampung Selatan berharap SEJIWO tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah.


Pelajar diharapkan semakin terbiasa melakukan verifikasi informasi, memahami etika dalam bermedia sosial, serta memiliki keberanian untuk menuangkan gagasan melalui tulisan yang positif dan bertanggung jawab.


Program SEJIWO Goes To School sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya aktif mengonsumsi informasi, tetapi juga mampu menilai, mengolah, dan menyebarkannya secara bertanggung jawab.




Febri

×
Berita Terbaru Update