- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sambut ASTS Ganjil, SDN Babatkumpul Pompa Semangat Siswa Lewat Pesan “3K”

Senin, 05 Oktober 2026 | 10/05/2026 05:16:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T10:21:35Z
Menjelang Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil 2026/2027, SDN Babatkumpul Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan tidak hanya fokus pada nilai akademik, melainkan memompa mental siswa dengan pesan motivasi "3K": Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas.


Lamongan, Liputan12.com — Menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, SD Negeri Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, terus membangun semangat belajar dan kepercayaan diri para peserta didik.


Bukan sekadar mendorong siswa mengejar nilai akademik, pihak sekolah juga menekankan pentingnya kejujuran, kerja keras, serta pembentukan karakter dalam menghadapi setiap tahapan evaluasi pembelajaran.


Kepala SD Negeri Babatkumpul, Kusniatur Rahma, S.Pd., mengajak seluruh siswa agar menjadikan ASTS sebagai bagian dari proses belajar sekaligus kesempatan untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.


Menurutnya, ujian tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, ASTS harus dihadapi dengan persiapan matang, doa, optimisme, dan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.


«“Belajar bukan hanya untuk mengejar nilai, tetapi untuk masa depan dan mimpi yang sedang dirajut hari ini. Usaha hari ini akan menentukan hasil di kemudian hari. Anak-anak perlu terus berdoa, berusaha, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ungkap Kusniatur Rahma, Senin (5/10/2026).»


Untuk membekali siswa menghadapi ASTS, Kusniatur Rahma memperkenalkan tiga prinsip sederhana yang dirangkum dalam pesan “3K”, yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas.


Pertama, Kerja Keras. Siswa didorong untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh, rajin belajar, serta mengerjakan setiap soal dengan penuh tanggung jawab.


Kedua, Kerja Cerdas. Belajar tidak hanya dilakukan dengan menghafal, tetapi juga memahami materi, mengatur waktu, dan membangun kebiasaan belajar secara teratur.


Ketiga, Kerja Ikhlas. Setelah melakukan persiapan dan memberikan usaha terbaik, siswa diajak menerima hasil dengan lapang dada serta menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT.


Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya diukur melalui capaian angka. Ada nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter yang harus terus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.


Kusniatur Rahma juga menegaskan pentingnya menjaga integritas selama pelaksanaan ASTS. Ia mengingatkan siswa agar mengerjakan seluruh soal berdasarkan kemampuan sendiri dan tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai nilai kejujuran.


«“Prestasi itu penting, tetapi kejujuran jauh lebih berharga,” tegasnya.»


Dengan mengusung semangat Berprestasi, Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertaqwa, SD Negeri Babatkumpul berharap seluruh siswa dapat mengikuti ASTS Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 dengan tenang, percaya diri, jujur, dan penuh semangat.


Bagi sekolah, ASTS bukan sekadar momentum untuk melihat hasil belajar, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter kuat sebagai bekal menyongsong masa depan.




(Ther)

×
Berita Terbaru Update