- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pewarna Sulut Gelar FGD dan Rakerda 2026, Perkuat Sinergi Gereja dan Ketahanan Sosial

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10/17/2026 01:11:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-17T06:11:14Z
Ketua Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani (PD Pewarna) Sulawesi Utara, Sisco Manossoh, menyampaikan rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pewarna Sulut 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Gedung Aula Pemerintah Kota Manado. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan” serta bertujuan merumuskan rekomendasi untuk memperkuat ketahanan sosial di Sulawesi Utara. (Foto: Dok. Pewarna Sulut/Liputan12.com)


Manado, Liputan12.com – Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani (PD Pewarna) Sulawesi Utara dijadwalkan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 pada Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di Gedung Aula Pemerintah Kota Manado.


Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan”. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan yang konstruktif untuk merespons berbagai fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan bergereja dan dinamika sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara.


Agenda FGD dan Rakerda ini tidak hanya berorientasi pada evaluasi organisasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat peran Pewarna sebagai wadah wartawan Nasrani dalam mendorong komunikasi, kepedulian sosial, serta sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.


Fransisco Manossoh


Ketua PD Pewarna Sulawesi Utara, Sisco Manossoh, menjelaskan bahwa Rakerda merupakan agenda tahunan yang wajib dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja pada tahun sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan dan rencana kegiatan organisasi untuk tahun 2027.


Menurut Manossoh, evaluasi program menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kegiatan organisasi berjalan sesuai tujuan, kebutuhan anggota, dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Melalui forum tersebut, pengurus diharapkan dapat mengidentifikasi program yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, maupun disesuaikan agar pelaksanaan kegiatan ke depan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata.


Rakerda 2026 juga dijadwalkan dihadiri pengurus cabang Pewarna dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Kehadiran perwakilan daerah diharapkan memperkuat koordinasi internal, menyatukan persepsi, serta membuka ruang bagi setiap cabang untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, dan kebutuhan organisasi di wilayah masing-masing.


Selain agenda evaluasi dan penyusunan program kerja, kegiatan ini akan menghadirkan FGD yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh gereja, serta pemerhati sosial. Pelibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkaya sudut pandang dalam membahas persoalan sosial yang berkembang, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran yang solutif dan dapat ditindaklanjuti.


Dalam forum diskusi tersebut, isu ketahanan sosial kemasyarakatan menjadi salah satu perhatian utama. Ketahanan sosial dinilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, memperkuat kepedulian antarkelompok, serta menjaga ruang dialog ketika muncul perbedaan pandangan maupun persoalan sosial.


Sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari tema kegiatan. Kerja sama lintas unsur diharapkan mampu memperkuat kontribusi setiap pihak sesuai peran dan tanggung jawabnya, baik dalam membangun kesadaran sosial, mendorong kepedulian terhadap persoalan masyarakat, maupun mengembangkan pendekatan yang mengutamakan dialog dan kebersamaan.


Manossoh menjelaskan bahwa hasil diskusi FGD nantinya direncanakan menjadi bahan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah dan pimpinan gereja. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam merespons gejolak sosial serta memperkuat ketahanan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara.


Dengan demikian, FGD diharapkan tidak berhenti sebagai forum bertukar pendapat, tetapi juga menghasilkan rumusan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Meski demikian, efektivitas rekomendasi tersebut nantinya akan bergantung pada substansi hasil diskusi, tindak lanjut, serta komitmen pihak-pihak terkait.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Alfeyn Gilingan, memastikan bahwa persiapan kegiatan terus dimatangkan. Panitia melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk pengecekan lokasi dan pemenuhan kebutuhan pelaksanaan acara, guna mendukung kelancaran FGD dan Rakerda.


“Kami terus bekerja menyiapkan segala kebutuhan acara pelaksanaan kegiatan FGD dan Rakerda Pewarna Sulut,” ujar Alfeyn.


Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan sesuai rencana. Koordinasi panitia juga diharapkan mendukung partisipasi peserta sehingga agenda organisasi maupun diskusi lintas unsur dapat berjalan secara efektif.


Melalui penyelenggaraan FGD dan Rakerda 2026, PD Pewarna Sulawesi Utara berharap dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong kontribusi yang lebih luas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Perumusan program kerja 2027 dan penyusunan rekomendasi hasil diskusi diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat sinergi, kepedulian, serta ketahanan sosial di Sulawesi Utara.




Penulis: JeEv
Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update