Lamongan, Liputan12.com — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk menjadikan pertanian sebagai profesi masa depan.
Transformasi sektor pertanian menjadi semakin nyata seiring masuknya teknologi, mekanisasi, serta berbagai inovasi yang membuat aktivitas bertani lebih efisien dan produktif. Kondisi tersebut dinilai mampu mengubah pandangan bahwa pertanian identik dengan pekerjaan tradisional yang berat dan kurang menjanjikan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan generasi milenial dan anak muda harus mulai melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek besar.
“Kami ingin menarik para milenial dan anak-anak muda supaya lebih menggemari pertanian, serta menjadikan petani sebagai salah satu profesi yang berkembang pesat di masa mendatang,” tegas Yuhronur saat menghadiri Sarasehan Petani Milenial dan HKTI Fest 2026 di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Senin (5/10/2026).
Dorong Modernisasi Pertanian
Menurut Yuhronur, modernisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda. Karena itu, Pemkab Lamongan terus memberikan dukungan melalui penyediaan berbagai sarana dan prasarana pertanian.
Dukungan tersebut antara lain berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), sistem irigasi perpipaan dan perpompaan, hingga dukungan terhadap ketersediaan pupuk bagi petani.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan hingga 14 September 2026, Luas Tambah Tanam (LTT) padi telah mencapai 99.473 hektare, sedangkan Luas Tambah Panen (LTP) padi mencapai 133.595 hektare.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Timur.
Pada 2025 lalu, produksi padi Lamongan tercatat mencapai 1.335.099 ton. Sementara pada 2026, Pemkab Lamongan menargetkan LTT dapat mencapai 233 ribu hektare melalui percepatan tanam dan optimalisasi lahan secara masif.
Tak Sekadar Produksi, Bidik Pasar Ekspor
Bupati Yuhronur menegaskan, pengembangan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi. Kualitas hasil pertanian juga harus terus ditingkatkan agar mampu memiliki daya saing lebih kuat, termasuk untuk menembus pasar internasional.
Karena itu, peningkatan kualitas komoditas harus berjalan beriringan dengan penguatan sarana dan prasarana pendukung.
“Kita ingin komoditas pertanian dan peternakan dari Lamongan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Momentum Sarasehan Petani Milenial dan HKTI Fest 2026 sekaligus menjadi bagian dari penguatan kelembagaan petani di Kabupaten Lamongan.
Dalam kesempatan tersebut, Moh. Aindra Imawan dilantik sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lamongan. Prosesi pengukuhan turut dihadiri Ketua DPD HKTI Jawa Timur periode 2026–2031, H. M. Arum Sabil.
Keberadaan HKTI diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang semakin kuat antara petani dan pemerintah daerah. Organisasi tersebut diharapkan mampu menyerap aspirasi petani sekaligus ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan.
“Teruslah berperan aktif agar setiap kebutuhan petani dapat bersinergi secara optimal dengan pemerintah,” pesan Yuhronur.
Dengan dukungan teknologi, mekanisasi, kelembagaan, dan keterlibatan generasi muda, Pemkab Lamongan berharap wajah pertanian ke depan semakin modern, produktif, berdaya saing, sekaligus mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani. (Ther)


