Sampang, Liputan12.com – Malam yang penuh keberkahan dan nuansa religius menyelimuti kediaman KH. Sufyan Asy'ari, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Arifin, Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.
Pada Sabtu malam Ahad, 3 Oktober 2026, mulai pukul 19.00 WIB, tempat tersebut menjadi lokasi pelaksanaan Lailatul Ijtimak ke-2 MWC NU Sokobanah Zona Timur. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekhusyukan, serta diwarnai lantunan istighasah dan sholawat Nabi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar MWC NU Sokobanah dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah di tengah masyarakat.
Lailatul Ijtimak Zona Timur tersebut melibatkan warga NU dari sejumlah wilayah, di antaranya Desa Tamberu Timur, Desa Tamberu Barat dan Desa Tamberu Daya. Para jamaah hadir bersama-sama untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan penuh kesungguhan.
Hadir langsung Ketua Syuriyah MWC NU Sokobanah, KH. Arif Fauzi, yang didampingi Ketua Lailatul Ijtimak, Ustadz Hosen.
Rangkaian kegiatan berlangsung semakin khidmat saat jamaah bersama-sama melaksanakan istighasah dan membaca sholawat Nabi. Lantunan doa dan sholawat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hosen menyampaikan pesan mendalam mengenai hikmah sebuah perkumpulan apabila dilandasi niat yang tulus karena Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa berkumpul dalam kebaikan bukan sekadar mempertemukan seseorang dengan orang lainnya, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan ketakwaan apabila diniatkan lillahi ta'ala.
Ustadz Hosen juga mengulas mengenai perbedaan antara mencintai Allah SWT dan dicintai oleh Allah SWT. Menurutnya, mencintai Allah tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi perlu dibuktikan melalui ketaatan, amal kebaikan dan upaya menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama.
Pesan tersebut menjadi renungan bersama bagi para jamaah agar setiap aktivitas, termasuk dalam berorganisasi dan bermasyarakat, senantiasa diarahkan kepada nilai-nilai kebaikan dan pengabdian kepada Allah SWT.
Sementara itu, Ketua Ranting NU Desa Tamberu Barat, Ustadz Mistro, turut menyampaikan harapan terhadap keberlangsungan kegiatan Lailatul Ijtimak MWC NU Sokobanah.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda rutin semata, tetapi terus berkembang menjadi ruang silaturahmi, penguatan ke-NU-an dan pembinaan spiritual masyarakat, khususnya di Desa Tamberu Barat dan wilayah Zona Timur Sokobanah.
Menurutnya, pertemuan yang diisi dengan kegiatan keagamaan seperti istighasah, sholawat dan tausiyah memiliki nilai penting dalam menjaga kebersamaan serta memperkuat hubungan antarwarga.
“Semoga kegiatan Lailatul Ijtimak ini terus istiqamah, semakin ramai dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga NU di wilayah Sokobanah,” demikian harapan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Menjelang akhir acara, suasana kembali dipenuhi kekhusyukan ketika seluruh jamaah mengikuti pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua Syuriyah MWC NU Sokobanah, KH. Arif Fauzi.
Lailatul Ijtimak ke-2 tersebut pun ditutup dengan doa bersama. Dari majelis sederhana itu, tersimpan harapan agar silaturahmi semakin erat, ukhuwah semakin kuat dan semangat menghidupkan tradisi keagamaan di tengah masyarakat terus terjaga.
Editor : Redaksi





