- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kobarkan Semangat Kebersamaan, Desa Keyongan Jadi Pusat Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Babat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10/23/2026 04:13:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T09:13:30Z
Camat Babat, Noman Kresna Martha Sena, S.STP., M.Si., bersama jajaran Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan unsur terkait berfoto bersama dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Keyongan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mengenang perjuangan ulama dan santri, serta memperkuat nilai keagamaan dan nasionalisme.


Lamongan, Liputan12.com – Suasana hangat, khidmat, dan sarat nilai religius mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Desa Keyongan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, sekaligus mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.


Peringatan tahunan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, serta kontribusi santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Kegiatan tersebut dihadiri Camat Babat, Noman Kresna Martha Sena, S.STP., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Babat. Turut hadir para kepala seksi (Kasi), kepala subbagian (Kasubag) di lingkungan Kecamatan Babat, Kepala Desa Keyongan beserta perangkat desa, unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), tokoh agama, serta warga masyarakat.


Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung kehidupan sosial yang rukun dan kondusif.



Camat Babat Tekankan Nilai Sejarah dan Nasionalisme Santri


Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Camat Babat, Noman Kresna Martha Sena, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya menjadikan peringatan tersebut sebagai sarana untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Menurutnya, sejarah perjuangan santri merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa yang patut dikenang dan diteladani oleh generasi penerus. Nilai keberanian, keikhlasan, pengabdian, serta integritas moral yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.


“Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum berharga untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, jiwa nasionalisme, serta peran aktif santri dalam pembangunan bangsa,” tegas Noman Kresna Martha Sena.


Ia juga menyoroti pentingnya peran santri di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kontribusi santri tidak terbatas pada lingkungan pesantren maupun kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah dan upaya menjaga kondusivitas masyarakat.


Dengan bekal nilai keagamaan, moral, dan semangat kebangsaan, generasi santri diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip luhur yang menjadi bagian dari identitas mereka.


Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat


Peringatan Hari Santri Nasional di Desa Keyongan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, dan warga.


Kolaborasi berbagai unsur tersebut memiliki arti penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial. Melalui komunikasi dan silaturahmi yang baik, berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat terus bekerja sama dalam mendukung pembangunan wilayah serta menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan saling menghormati.


Selain mempererat hubungan antarelemen masyarakat, peringatan ini juga membawa pesan tentang pentingnya membangun karakter generasi muda yang mampu memadukan nilai religiusitas dengan semangat nasionalisme.


Generasi muda, termasuk kalangan santri, diharapkan dapat mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Doa Bersama dan Ramah Tamah Tutup Kegiatan


Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Keyongan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara warga serta jajaran pejabat pemerintah Kabupaten Lamongan dan Kecamatan Babat.


Suasana kebersamaan yang tergambar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial antara unsur pemerintahan dan masyarakat. Doa bersama juga menjadi ungkapan harapan agar nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan semangat pengabdian terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, semangat perjuangan ulama dan santri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, baik melalui penguatan kehidupan keagamaan, kepedulian terhadap sesama, maupun partisipasi dalam pembangunan daerah.


Kebersamaan yang terjalin di Desa Keyongan menjadi pengingat bahwa semangat religiusitas dan nasionalisme dapat berjalan beriringan dalam mendukung terwujudnya Kecamatan Babat yang harmonis, berkemajuan, dan sejahtera.



(Ther / Liputan12.com)

×
Berita Terbaru Update