Liputan12.com | Jawa Timur — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Ia mendorong pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengambil langkah konkret dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Menurut Slamet, penanganan kekeringan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait. Langkah terpadu diperlukan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Persoalan kekeringan di Madura harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap BNPB turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan,” kata Slamet Ariyadi, Senin (19/10/2026).
Distribusi Air Bersih Harus Tepat Sasaran
Slamet menegaskan, distribusi air bersih perlu diprioritaskan ke desa-desa yang mengalami kekeringan dan memiliki keterbatasan sumber air. Menurutnya, pemetaan wilayah terdampak menjadi salah satu langkah penting agar bantuan dapat disalurkan secara efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan. Ketika sumber air mulai mengering, masyarakat menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan untuk minum, memasak, maupun keperluan rumah tangga lainnya.
Karena itu, ia berharap penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan sesaat, tetapi juga disertai langkah yang terencana dan berkelanjutan.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, dan keperluan sehari-hari. Karena itu, diperlukan langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan dari seluruh pihak terkait,” tambahnya.
Dorong Solusi Jangka Panjang
Selain meminta percepatan bantuan air bersih, Slamet juga menyoroti pentingnya upaya jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.
Sejumlah langkah yang perlu dipertimbangkan antara lain penyediaan sumber air alternatif, pembangunan sarana penyediaan air bersih yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Penanganan yang berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi persoalan serupa setiap kali musim kemarau tiba.
Salurkan Bantuan Air Bersih di Sampang
Di tengah dorongan agar pemerintah pusat meningkatkan perhatian terhadap persoalan kekeringan, Slamet Ariyadi bersama jajaran DPD PAN Kabupaten Sampang juga melakukan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Salah satu kegiatan penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Desa Bulmata Kembungan Timur, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, pada Minggu (18/10/2026).
Selain wilayah tersebut, bantuan air bersih juga disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan.
Kehadiran bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga, sembari menunggu penanganan lebih lanjut melalui koordinasi berbagai pihak terkait.
Harapkan Perhatian BNPB
Slamet berharap BNPB dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kekeringan di Madura dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, khususnya dalam pemetaan wilayah terdampak dan pemenuhan kebutuhan air bersih.
Menurutnya, penanganan yang cepat dan tepat sasaran sangat diperlukan agar warga tidak harus menghadapi kesulitan memperoleh air bersih dalam waktu berkepanjangan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan sekaligus mendorong tersedianya solusi jangka panjang.
Dengan langkah yang terkoordinasi dan berkelanjutan, kebutuhan dasar masyarakat terdampak diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik, sementara upaya mengurangi dampak kekeringan di wilayah Madura dapat terus diperkuat.
Penulis: Tim Liputan12

