Bangkinang, Riau – Liputan12.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, memimpin langsung pelaksanaan apel pagi yang diikuti seluruh jajaran pegawai serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, menanamkan nilai integritas, serta meningkatkan tanggung jawab seluruh personel dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Selain sebagai sarana penyampaian arahan, apel pagi juga menjadi momentum untuk membangun kekompakan dan menyatukan komitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, tertib, dan berorientasi pada pelayanan.
Dalam amanatnya, Alexander Lisman Putra menegaskan bahwa disiplin dan integritas merupakan fondasi penting yang harus melekat pada setiap petugas pemasyarakatan. Menurutnya, pelaksanaan tugas tidak cukup hanya berpedoman pada rutinitas, tetapi juga harus disertai tanggung jawab, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta komitmen menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat kerja sama, dan menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Setiap pegawai diharapkan mampu menunjukkan sikap profesional, menjunjung tinggi etika, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan.
“Disiplin dan integritas harus senantiasa menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Mari kita jaga kekompakan, tingkatkan tanggung jawab, dan terus berikan kinerja terbaik agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Alexander Lisman Putra.
Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab
Penekanan terhadap kedisiplinan dalam apel pagi tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan sangat bergantung pada komitmen setiap petugas dalam menjalankan amanah. Kepatuhan terhadap aturan, ketepatan dalam melaksanakan tugas, serta kemampuan bekerja secara kolektif merupakan unsur penting untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang tertib dan akuntabel.
Di sisi lain, pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Profesionalisme tidak hanya tercermin dari ketegasan dalam menegakkan aturan, tetapi juga dari kemampuan petugas memberikan pelayanan secara adil, menghormati martabat manusia, dan menjalankan kewenangan sesuai prosedur.
Melalui arahan tersebut, seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam menjaga integritas, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan yang optimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Peserta Magang Kemenaker Didorong Menumbuhkan Etos Kerja
Apel pagi kali ini juga diikuti peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Keterlibatan mereka menjadi kesempatan untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja, memahami pentingnya kedisiplinan, serta mempelajari nilai-nilai tanggung jawab dan kerja sama dalam organisasi.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta magang membangun etos kerja yang positif sebagai bekal memasuki dunia kerja. Kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan selama mengikuti program magang.
Kegiatan bersama pegawai dan peserta magang juga memperlihatkan pentingnya membangun budaya kerja yang saling mendukung. Dengan lingkungan yang tertib dan kolaboratif, proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik sekaligus menumbuhkan pemahaman mengenai arti profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.
Selaras dengan Arah Kebijakan Pemasyarakatan
Pelaksanaan apel pagi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut menuntut seluruh jajaran untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan tugas, memperkuat integritas, serta memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Upaya peningkatan kinerja juga perlu didukung oleh komunikasi yang baik, kerja sama antarpersonel, dan kesadaran bahwa setiap tanggung jawab harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh.
Bagi Lapas Kelas IIA Bangkinang, apel pagi menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan kedinasan sekaligus memperkuat budaya kerja yang berlandaskan disiplin dan tanggung jawab. Konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal.
Dengan semangat kebersamaan, Lapas Kelas IIA Bangkinang berupaya terus menjaga profesionalisme jajaran dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan. Penguatan disiplin dan integritas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan pemasyarakatan, “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat!”
Editor: Alfitria

