Tanjung Jabung Timur, Liputan12.com – Gubernur Jambi Al Haris turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 2 Sungai Kapas, Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (22/10/2026). Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut tidak hanya untuk memberikan arahan dan dukungan kepada tim satuan tugas (Satgas) karhutla, tetapi juga terlibat dalam upaya pendinginan di area yang terdampak kebakaran.
Di tengah kondisi lahan gambut yang sulit ditangani dan terbatasnya sumber air, Al Haris bersama personel yang berada di lapangan berupaya melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.
Penanganan karhutla di wilayah tersebut menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karakteristik tanah gambut yang cukup dalam membuat proses pemadaman memerlukan penanganan intensif. Di sisi lain, keterbatasan sumber air turut menjadi kendala bagi petugas dalam menjangkau dan memadamkan area yang terbakar.
Menurut Al Haris, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pemadaman tidak dapat dilakukan dengan mudah. Karena itu, upaya penanganan harus terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
“Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain karakter tanah gambut yang cukup dalam, sumber air juga terbatas sehingga api sulit dipadamkan,” ujar Al Haris.
Kebakaran Dilaporkan Berlangsung Hampir Satu Bulan
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, kebakaran di kawasan Desa Labuhan Pering tersebut dilaporkan telah berlangsung kurang lebih satu bulan. Peristiwa itu mengakibatkan ratusan hektare hutan dan lahan terdampak kebakaran.
Durasi kebakaran yang cukup panjang menunjukkan besarnya tantangan dalam penanganan api di kawasan tersebut. Kondisi lahan gambut dan terbatasnya pasokan air menjadi persoalan yang harus dihadapi petugas selama proses pemadaman maupun pendinginan.
Dalam situasi seperti ini, penanganan tidak cukup hanya dilakukan pada titik api yang terlihat. Proses pendinginan juga menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan untuk mengurangi risiko munculnya kembali api di area yang sebelumnya terbakar.
Al Haris pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, baik yang bertugas di darat maupun yang mendukung operasi melalui udara.
Menurutnya, kerja sama dan kesungguhan seluruh unsur yang terlibat sangat dibutuhkan agar penanganan kebakaran dapat berjalan secara optimal. Ia juga berharap seluruh petugas tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di tengah kondisi lapangan yang menantang.
Pencegahan Perluasan Kebakaran Menjadi Perhatian
Al Haris menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla saat ini tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga pada pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kebakaran di kawasan lahan gambut dapat menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses penanganannya. Oleh sebab itu, pemantauan kondisi lapangan dan upaya pendinginan perlu terus dilakukan sesuai kebutuhan penanganan.
Selain mengandalkan kerja keras petugas, Gubernur Jambi juga mengingatkan masyarakat agar berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran baru.
“Saya minta tolong masyarakat, khususnya di wilayah Dusun 2 Sungai Kapas, Desa Labuhan Pering, dan di mana pun berada, pastikan tidak ada lagi lahan yang terbakar,” ujarnya.
Imbauan tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya pencegahan di tingkat masyarakat. Kewaspadaan warga dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai penting agar kebakaran tidak kembali muncul atau meluas ke kawasan lain.
Keselamatan Personel Menjadi Harapan
Di tengah proses penanganan yang masih menghadapi berbagai kendala, Al Haris berharap seluruh personel yang berada di garis depan dapat menjalankan tugas dengan aman hingga api benar-benar berhasil dipadamkan.
Ia menyampaikan harapan agar seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla diberikan keselamatan, kelancaran, dan keberhasilan dalam menjalankan tugas, tanpa menimbulkan korban.
“Doa kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan,” tutur Al Haris.
Kehadiran Gubernur Jambi di lokasi karhutla tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan yang dilakukan bersama oleh personel di lapangan. Namun, penuntasan kebakaran tetap membutuhkan kerja berkelanjutan, kewaspadaan masyarakat, serta pencegahan agar tidak muncul titik api baru.
Hingga upaya penanganan dilakukan, harapan utama seluruh pihak adalah agar kebakaran di Desa Labuhan Pering dapat segera dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya, sementara keselamatan personel tetap menjadi prioritas.
Penulis: Syam
LIPUTAN12.COM






