JAKARTA, Lioutan12.com – Teka-teki suksesi di Mabes Polri akhirnya terjawab. Dalam Rapat Paripurna bersejarah di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (1/10/2026), Dewan Perwakilan Rakyat resmi menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan mengesahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru.
Kepastian ini disampaikan langsung Ketua DPR RI Puan Maharani usai memimpin Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang I Tahun 2026-2027.
"Diberhentikan secara terhormat karena memang sudah waktunya. Rapat Paripurna DPR RI pun telah menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri untuk dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto," tegas Puan.
Surat Presiden (Surpres) bernomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 yang diajukan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar hukum pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tersebut.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengonfirmasi bahwa Surpres telah diterima dan langsung ditindaklanjuti melalui mekanisme Badan Musyawarah (Bamus) dan Baperjakat.
"Hari ini tanggal 1 Oktober, Bamus menugaskan Komisi III untuk melaksanakan fit and proper test terhadap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dan seluruh fraksi menyatakan setuju secara mufakat," ujarnya.
Pergantian ini cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih berusia 57 tahun, kelahiran 5 Mei 1969, sementara batas usia pensiun Perwira Tinggi bintang empat adalah 60 tahun. Namun DPR menegaskan ini adalah bagian dari siklus regenerasi kepemimpinan yang lazim.
*Sosok Suyudi Ario Seto: Spesialis Reserse Berdoktrin Humanis*
Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.I.K., bukan sosok baru di tubuh Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 satu angkatan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri ini dikenal sebagai spesialis reserse.
Rekam jejaknya mentereng:
- Kapolda Banten (26 Juni 2024 – 5 Agustus 2025)
- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN RI) sejak 25 Agustus 2025 menggantikan Komjen Martinus Hukom
- Peraih Bintang Bhayangkara Nararya
Selama memimpin BNN, Suyudi dikenal konsisten mengusung pendekatan humanis dan pemulihan kesehatan dalam penanganan narkotika, mengubah stigma rehabilitasi di masyarakat.
Dalam uji kelayakan di Komisi III, Suyudi memaparkan 6 program prioritas, salah satunya perampingan struktur Mabes Polri agar lebih proporsional dan penguatan operasional di tingkat Polda dan Polres dengan doktrin "Polisi Bersama Masyarakat".
Dengan persetujuan DPR hari ini, Suyudi dijadwalkan akan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara siang ini sebagai Kapolri ke-26.
Reporter: Ajid Alfaro
Editor: Redaksi Liputan12.com

