- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Darurat Literasi! 34 SD dan 13 SMP di Manggarai Terima Bantuan Buku Bacaan Bermutu

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10/23/2026 10:00:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T15:00:52Z
Sejumlah pihak menunjukkan dokumen dan bahan informasi terkait bantuan buku bacaan dalam program Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun Anggaran 2026. Paket buku bertanda “Buku Gratis” tampak tersusun di bagian depan. Program Kemendikdasmen ini ditujukan untuk mendukung peningkatan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik.


Liputan12.com — Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik di wilayah terpencil mendapat dukungan melalui penyaluran bantuan buku bacaan bermutu dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Di Kabupaten Manggarai, bantuan tersebut menyasar 34 Sekolah Dasar (SD) dan 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), berdasarkan keterangan koordinator penyaluran untuk wilayah Manggarai dan Manggarai Barat, Jhon Leko.


Program ini menjadi bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.


Dalam surat bernomor 1443/B/G3/BS.01.02/2026 tertanggal 24 Juni 2026, Kemendikdasmen menyampaikan pengiriman buku pengayaan pendukung GLN kepada sekolah penerima. Surat itu menjelaskan bahwa buku diberikan secara gratis dan pemilihan sekolah penerima didasarkan pada hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025, dengan mempertimbangkan satuan pendidikan SMP yang capaian literasinya masih berada dalam kategori rendah.


Secara nasional, Kemendikdasmen menyediakan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu bagi 18.444 SD dan 6.165 SMP yang dinilai membutuhkan dukungan peningkatan literasi.


Manggarai dan Manggarai Barat Menjadi Sasaran Penyaluran


Jhon Leko, selaku koordinator penyaluran bantuan buku untuk Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, menjelaskan bahwa berdasarkan data yang disampaikannya, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat alokasi bantuan sebanyak 1.800 eksemplar buku.


Khusus di Kabupaten Manggarai, bantuan tersebut menjangkau 34 SD dan 13 SMP. Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Barat, sebanyak 31 SD dan 6 SMP disebut telah mendapatkan bantuan buku bacaan bermutu.


Jhon Leko menegaskan bahwa penyaluran tidak diberikan kepada seluruh sekolah secara merata. Bantuan disalurkan berdasarkan data sekolah penerima yang telah ditetapkan oleh kementerian, dengan sasaran sekolah-sekolah tertentu yang membutuhkan penguatan kemampuan membaca.


“Buku literasi yang diberikan tidak semuanya. Khusus yang terdata hanya sekolah-sekolah tertentu yang minat bacanya masih minim dan disalurkan sesuai dengan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” demikian penjelasan Jhon Leko dalam keterangan yang disampaikan kepada Liputan12.com.


Ia juga menjelaskan bahwa tugas koordinasinya secara khusus mencakup dua kabupaten, yakni Manggarai dan Manggarai Barat.


Dorong Minat Baca Anak di Wilayah Terpencil


Bagi Jhon Leko, penyaluran buku bacaan bermutu bukan sekadar proses pendistribusian bantuan, melainkan bagian dari upaya mendukung perkembangan pengetahuan anak-anak, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil.


Ia mengaku senang dan merasa terpanggil untuk membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan akses terhadap bahan bacaan. Kehadiran buku di lingkungan pendidikan diharapkan dapat mendorong rasa ingin tahu anak, membangun kebiasaan membaca, serta memperluas wawasan peserta didik.


Buku bacaan bermutu dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar di sekolah. Namun, pemanfaatannya juga memerlukan pengelolaan yang baik agar buku yang diterima benar-benar dapat digunakan oleh peserta didik dan mendukung kegiatan literasi secara berkelanjutan.


Dalam surat resmi Kemendikdasmen, sekolah penerima diharapkan dapat menerima, mengelola, serta memanfaatkan buku-buku tersebut dengan baik sesuai petunjuk yang dilampirkan bersama surat pengiriman.


Perlu Pengelolaan dan Pemanfaatan Berkelanjutan


Penyaluran bantuan buku ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan buku yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan belajar, baik melalui aktivitas membaca mandiri maupun kegiatan literasi yang diselenggarakan sekolah.


Penetapan sekolah penerima berdasarkan data kementerian juga menunjukkan bahwa program ini diarahkan kepada satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan. Karena itu, pendataan, distribusi, dan pemanfaatan buku perlu berjalan sesuai dengan ketentuan program.


Meski demikian, data mengenai jumlah sekolah penerima dan alokasi buku untuk NTT dalam keterangan koordinator merupakan informasi yang disampaikan oleh Jhon Leko. Rincian jumlah eksemplar yang diterima setiap sekolah serta daftar lengkap sekolah penerima tidak diuraikan dalam materi yang tersedia.


Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan akses terhadap bacaan bermutu di sekolah-sekolah penerima dapat semakin baik dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan literasi peserta didik di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.



Reporter: Yohanes Sinding

Editor: Tim Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update