- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Cetak Generasi Unggul Bebas Bullying, Kapolres Sampang Ajak Pelajar SMAN 1 Jadi Pelopor Kedisiplinan

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10/20/2026 09:44:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T14:44:47Z
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., memimpin apel pagi dalam program Police Go to School di SMA Negeri 1 Sampang, Senin (19/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres memberikan arahan dan motivasi kepada para pelajar agar senantiasa disiplin, tertib berlalu lintas, menjauhi narkoba dan judi online, serta menolak segala bentuk perundungan (bullying) demi mewujudkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan berintegritas.


Sampang, Liputan12.com – Upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, berprestasi, dan bebas dari perilaku menyimpang terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sampang. Salah satunya melalui program Police Go to School yang kali ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sampang, Senin (19/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., hadir secara langsung untuk memimpin apel pagi sekaligus memberikan pembinaan dan motivasi kepada para pelajar. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Sampang tersebut menjadi wujud kepedulian kepolisian terhadap masa depan generasi muda, khususnya dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.


Kedatangan Kapolres disambut hangat oleh Kepala SMAN 1 Sampang, Akhmat Suhaili, bersama jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan. Apel pagi berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh staf tata usaha serta ratusan siswa-siswi yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.





Dalam amanatnya, AKBP Anang Hardiyanto menekankan pentingnya membangun sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.


Melalui slogan “Polisi Bersama Masyarakat”, Kapolres mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat kolaborasi dalam membentuk pelajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.


Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan, rasa saling menghormati, kepedulian sosial, dan kesadaran hukum sejak dini.


Kapolres Sampang Sampaikan Tiga Pesan Penting


Di hadapan para pelajar, AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan sejumlah pesan penting yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.


Pertama, tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.


Kapolres mengingatkan para pelajar agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Para siswa diimbau menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai ketentuan hukum, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau dikenal sebagai knalpot brong.


Ia juga mengingatkan pentingnya memenuhi persyaratan berkendara, termasuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai ketentuan usia dan peraturan yang berlaku.


Kesadaran berlalu lintas, lanjutnya, merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun keselamatan pengguna jalan lainnya.





Kedua, hentikan bullying dan jauhi kenakalan remaja.


Pesan berikutnya menitikberatkan pada pencegahan perundungan atau bullying, tawuran antarpelajar, keterlibatan dalam kelompok gangster, serta tindakan membawa senjata tajam tanpa alasan yang dibenarkan hukum.


Kapolres menegaskan bahwa tindakan bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, bukanlah perilaku yang patut dibanggakan. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat melukai korban, mengganggu proses belajar, dan menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


Para pelajar diajak untuk membangun persahabatan yang sehat, menghargai perbedaan, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta berani menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi.


Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita tanpa rasa takut terhadap ancaman perundungan.


Ketiga, jauhi narkoba dan bijak menggunakan teknologi.


Kapolres Sampang juga mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun praktik judi online yang dapat merusak masa depan.


Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, serta mendukung kegiatan belajar yang produktif. Para pelajar diimbau tidak mudah terpengaruh ajakan negatif di dunia maya maupun lingkungan pergaulan.


Penggunaan gawai secara bijak, penguatan karakter, dan kemampuan memilih lingkungan pertemanan yang positif menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.


Pelajar Harus Fokus Belajar dan Menggapai Cita-Cita


Dalam amanatnya, Kapolres Sampang menegaskan bahwa tugas utama seorang pelajar adalah belajar, menghormati orang tua, mematuhi guru, serta menjaga perilaku agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.


“Tugas utama seorang pelajar adalah belajar, menghormati orang tua, serta patuh kepada guru. Melalui semangat 'Polisi Bersama Masyarakat', lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi pelopor kedisiplinan dan mitra aktif Polri dalam menjaga kamtibmas,” tegas AKBP Anang Hardiyanto.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademis, tetapi juga oleh sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif.


Pelajar yang memiliki karakter kuat diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka bukan hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga berperan dalam menciptakan suasana yang damai, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan.


Police Go to School, Wujud Kepedulian terhadap Masa Depan Generasi Muda


Program Police Go to School menjadi salah satu sarana pendekatan humanis kepolisian kepada kalangan pelajar. Melalui kegiatan ini, pesan-pesan tentang keamanan, ketertiban, kesadaran hukum, dan pembentukan karakter dapat disampaikan secara langsung kepada generasi muda.


Kehadiran polisi di lingkungan sekolah juga diharapkan mempererat hubungan antara Polri dan dunia pendidikan, sehingga para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga keamanan serta berani membangun komunikasi yang positif dengan pihak kepolisian.


Kegiatan apel pagi tersebut ditutup dengan suasana hangat ketika Kapolres Sampang menyapa para siswa dan dewan guru. Momen itu sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan motivasi agar para pelajar terus bersemangat menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.


Semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah apel selesai, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari, mulai dari disiplin menaati aturan, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, hingga berani menolak bullying dan segala bentuk kenakalan remaja.


Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat, generasi muda Sampang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan.


Membangun generasi unggul bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi juga tentang menanamkan karakter, menumbuhkan empati, dan membiasakan kedisiplinan sejak dini. Dari sekolah yang aman dan bebas bullying, masa depan yang lebih baik dapat mulai diwujudkan.



(Saladin Liputan12.com)

×
Berita Terbaru Update