- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Cegah Penyebaran DBD, Babinsa Kalipucung Dampingi Fogging Serentak di Dusun Kalipucung

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10/16/2026 03:44:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-16T08:44:12Z
Babinsa Desa Kalipucung, Serma Devi Maulana, mendampingi petugas kesehatan melaksanakan fogging di kawasan permukiman warga Dusun Kalipucung RW 01, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jumat (16/10/2026), sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).


Blitar, Liputan12.com – Dalam upaya mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Desa Kalipucung Koramil 0808/04 Sanankulon, Serma Devi Maulana, mendampingi pelaksanaan pengasapan atau fogging di lingkungan Dusun Kalipucung RW 01, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jumat (16/10/2026).


Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi salah satu vektor penularan virus dengue penyebab DBD. Pelaksanaan fogging melibatkan sejumlah unsur terkait sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit.


Hadir dalam kegiatan tersebut Perangkat Desa Kalipucung, Tramika Adi Martono, Bidan Desa Maryamah, Amd. Keb., Babinsa Serma Devi Maulana, lima personel tim fogging dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, serta ibu-ibu kader kesehatan Desa Kalipucung.






Petugas melakukan pengasapan di sejumlah titik yang menjadi sasaran, termasuk kawasan permukiman warga dan area lingkungan yang dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian nyamuk dewasa. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi populasi nyamuk sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


Di sela-sela kegiatan, Serma Devi Maulana mengingatkan warga agar upaya pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada pelaksanaan fogging. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.


Salah satu langkah yang perlu dilakukan secara rutin adalah menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air. Masyarakat juga diimbau melakukan langkah pencegahan tambahan sesuai kondisi lingkungan masing-masing.


Fogging sendiri berfungsi terutama untuk membasmi nyamuk dewasa dan tidak dapat menggantikan pemberantasan jentik secara menyeluruh. Karena itu, pemeriksaan tempat penampungan air, pembersihan saluran lingkungan, dan pemantauan jentik secara berkala tetap diperlukan agar upaya pencegahan DBD dapat berjalan berkelanjutan.


Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan kader kesehatan diharapkan mampu memperkuat kepedulian warga terhadap kesehatan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit yang berpotensi muncul di lingkungan permukiman.


Secara terpisah, Danramil 0808/04 Sanankulon, Kapten Inf Moh. Adchiyak, menegaskan bahwa jajaran Babinsa akan terus mendukung kegiatan preventif di bidang kesehatan masyarakat di wilayah binaan.


Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi kesehatan warga, sekaligus wujud kerja sama dengan pemerintah desa dan instansi terkait dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.


Melalui kegiatan fogging yang disertai penerapan 3M Plus secara konsisten, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap pencegahan DBD. Partisipasi seluruh warga menjadi faktor penting agar upaya pengendalian nyamuk dapat dilakukan secara berkesinambungan.




Sumber: Dim 0808

Redaksi: Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update