Tanjung Jabung Timur, Liputan12.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama masyarakat berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Dusun II Sungai Kapas, Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026).
Upaya tersebut difokuskan pada areal sekat api yang berada di antara kawasan hutan dan lahan milik masyarakat, tepatnya di RT 06, Parit 5, Sungai Kapas. Pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk mengendalikan sisa bara di lahan yang terbakar sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Dalam proses penanganan, petugas BPBD dan warga bekerja bersama dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lapangan. Masyarakat menggunakan peralatan sederhana, seperti cangkul dan parang, untuk membolak-balik lapisan tanah gambut yang masih membara. Langkah tersebut dilakukan agar air dapat menjangkau bagian tanah yang menyimpan panas dan membantu memadamkan bara di bawah permukaan.
Sementara itu, petugas BPBD mengoperasikan mesin pompa untuk mengalirkan air ke area terdampak. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius berupa terbatasnya ketersediaan air. Sumber air yang digunakan berasal dari sumur atau embung setempat, tetapi debitnya tidak mencukupi. Air yang dipompa bahkan dilaporkan habis setelah digunakan selama beberapa menit.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan meskipun api terbuka telah berkurang. Karena itu, pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan agar bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.
Pemadaman di RT 08, 09, dan 10 Masih Menghadapi Kendala
Selain di RT 06, proses pemadaman juga berlangsung di sejumlah titik lain, yakni RT 08, RT 09, dan RT 10 di wilayah Sungai Kapas. Petugas bersama masyarakat berupaya mengendalikan kebakaran yang berada di antara kawasan hutan dan lahan milik warga.
Akses terhadap sumber air yang terbatas menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan di wilayah tersebut. Kondisi ini menyulitkan petugas dan masyarakat untuk menjangkau serta mendinginkan seluruh area yang terdampak secara optimal.
Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia dan mengandalkan kerja sama antara petugas serta warga setempat.
Pencegahan Munculnya Kembali Titik Api
Pemadaman karhutla, khususnya di lahan gambut, tidak cukup hanya dengan menghilangkan api yang terlihat di permukaan. Area yang telah terbakar tetap perlu diperiksa dan didinginkan secara menyeluruh karena bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut dan kembali menyala ketika kondisi mendukung.
Oleh sebab itu, kegiatan pendinginan menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan maupun lahan masyarakat di sekitarnya.
Situasi di Sungai Kapas menunjukkan pentingnya dukungan sarana pemadaman dan ketersediaan sumber air yang memadai dalam menghadapi karhutla. Kolaborasi antara BPBD dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran, terutama ketika kondisi lapangan menghadirkan berbagai keterbatasan.
Masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api baru kepada petugas terkait.
Syam — Liputan12.com




