Tanjung Jabung Timur, Liputan12.com – Sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Puskesmas Air Hitam Laut membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di luar rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian tenaga kesehatan terhadap keselamatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terpapar kabut asap. Langkah tersebut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan diri dari paparan partikel asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Dokter umum Puskesmas Air Hitam Laut, dr. Subaidah, menjelaskan bahwa kabut asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Paparan asap berisiko memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), memperburuk kondisi penderita asma, serta menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan.
“Makanya sedini mungkin kita lakukan upaya pencegahan dengan membagikan masker,” ujar dr. Subaidah.
Menurutnya, penggunaan masker merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara yang terpapar kabut asap. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan perlindungan kesehatan, terutama ketika berada di lingkungan dengan kualitas udara yang kurang baik.
Puskesmas Air Hitam Laut juga menyampaikan bahwa persediaan masker masih tersedia untuk didistribusikan kepada masyarakat. Sebagian masker telah dibagikan kepada pengguna jalan di Desa Air Hitam Laut sebagai langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Air Hitam Laut berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga selama kondisi kabut asap berlangsung. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker yang sesuai, membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang berat.
Upaya pencegahan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah dampak kabut asap, sembari tetap memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan dan kualitas udara setempat.
Syam
Liputan12.com




