- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wartawan Soroti Keterbatasan Ruang Rawat RSUD Sampang, Pemkab Diminta Siapkan Solusi bagi Pasien

Minggu, 27 September 2026 | 9/27/2026 05:41:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-27T10:41:57Z
Keterbatasan ruang rawat inap di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang kembali disorot. Wartawan Juhairiyah meminta Pemkab Sampang menyiapkan solusi konkret agar pasien tetap mendapat kepastian perawatan saat kapasitas tempat tidur penuh.


Sampang, Liputan12.com — Keterbatasan kapasitas pelayanan dan ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut disoroti wartawan, Juhairiyah, yang meminta pemerintah daerah memastikan tersedianya solusi ketika jumlah pasien meningkat dan kapasitas tempat tidur rumah sakit berada dalam kondisi penuh.


Juhairiyah mempertanyakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mengantisipasi kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan seharusnya tetap memperoleh kepastian penanganan, termasuk ketika kapasitas ruang rawat inap sedang terbatas.


«“Keluhannya terhadap rumah sakit umum, sana itu penuh, nggak ada tempat. Terlantar semuanya. Terus mana buktinya, Pak Bupati, mau bangun apa itu rumah sakit? Jangan besar-besar, yang penting cadangannya ada kalau rumah sakit penuh,” ujar Juhairiyah.»


Ia menilai, penambahan maupun pengembangan fasilitas kesehatan tidak semata-mata harus berorientasi pada pembangunan gedung berukuran besar. Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah adanya kapasitas tambahan atau fasilitas cadangan yang dapat digunakan ketika terjadi lonjakan jumlah pasien.


Sorotan tersebut berkaitan dengan kapasitas pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sampang. Berdasarkan profil rumah sakit pada Sistem Informasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan, RSMZ merupakan rumah sakit kelas B dengan sejumlah kategori tempat tidur dan layanan kesehatan.


Di sisi lain, rencana penambahan fasilitas rawat inap juga sebelumnya telah menjadi bagian dari pembahasan pengembangan rumah sakit. Pada Agustus 2026, Radar Madura memberitakan bahwa rencana pembangunan gedung rawat inap baru RSMZ masih berada dalam tahap perencanaan, dengan proyeksi penambahan sekitar 40 tempat tidur.


Persoalan kapasitas rumah sakit bukan merupakan isu baru. Pemerintah Kabupaten Sampang sebelumnya juga telah merencanakan relokasi dan pengembangan RSUD dr. Mohammad Zyn. Dalam keterangan pemerintah daerah pada 2023, salah satu pertimbangan pengembangan tersebut berkaitan dengan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang disebut pernah mencapai lebih dari 100 persen.


Kondisi BOR yang tinggi menunjukkan adanya tekanan terhadap kapasitas tempat tidur rumah sakit. Namun, untuk memastikan kondisi terkini, diperlukan data terbaru mengenai jumlah tempat tidur, tingkat keterisian, jumlah pasien, serta mekanisme rumah sakit dalam menangani pasien ketika seluruh ruang rawat inap sedang terisi.


Juhairiyah berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan wacana pembangunan, tetapi juga menjelaskan tahapan dan langkah konkret penambahan kapasitas pelayanan kesehatan di Sampang.


Menurutnya, kepastian mengenai ruang perawatan menjadi hal penting bagi masyarakat, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dan harus menjalani rawat inap.


Sorotan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan manajemen RSUD dr. Mohammad Zyn agar kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat diantisipasi, khususnya saat terjadi peningkatan jumlah pasien.


Redaksi membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Sampang maupun manajemen RSUD dr. Mohammad Zyn untuk memberikan klarifikasi, data terbaru, serta penjelasan mengenai kondisi kapasitas tempat tidur dan rencana pengembangan rumah sakit.



Penulis : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update