Sampang, Liputan12.com — Sejumlah siswa Kelas XII SMAS Al-Arifin Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menggelar bazar kecil-kecilan berupa makanan dan minuman di halaman sekolah, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang menjual makanan dan minuman. Bazar ini menjadi bagian dari proses pembelajaran siswa untuk mengenal dunia usaha secara sederhana, mulai dari menyiapkan produk, menentukan harga, melayani pembeli hingga menghitung hasil penjualan.
Suasana halaman sekolah tampak lebih semarak. Para siswa Kelas XII menawarkan berbagai makanan dan minuman kepada warga sekolah. Pembeli tidak hanya berasal dari siswa SMA, tetapi juga dari lingkungan TK dan SMP yang masih berada dalam satu naungan yayasan.
Interaksi antara penjual dan pembeli menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa. Mereka belajar bagaimana berkomunikasi, bekerja sama dalam kelompok, mengatur barang dagangan serta bertanggung jawab terhadap kegiatan yang mereka jalankan.
Kegiatan tersebut juga memberikan gambaran kepada siswa bahwa memperoleh penghasilan membutuhkan proses, kreativitas, keberanian dan kerja keras. Meski dilakukan dalam skala sederhana, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa ketika mereka nantinya terjun ke tengah masyarakat.
Wali Kelas XII SMAS Al-Arifin Cangak, Sanusih, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan bazar tersebut merupakan salah satu bentuk pembelajaran praktik bagi siswa.
Menurutnya, siswa tidak cukup hanya mendapatkan pembelajaran secara teori di dalam kelas. Mereka juga perlu diberikan kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana mengelola sebuah kegiatan usaha, meskipun masih dalam bentuk sederhana.
“Bazar ini memang sederhana, tetapi kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman. Mereka belajar bagaimana mencari penghasilan melalui usaha, bagaimana melayani pembeli, bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kerjakan,” ujar Sanusih.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih keberanian dan kreativitas siswa. Dari kegiatan sederhana itu, siswa diharapkan mampu memahami bahwa peluang usaha dapat dimulai dari hal-hal kecil yang ada di lingkungan sekitar.
“Yang paling penting bukan besar kecilnya hasil yang didapat, tetapi proses pembelajarannya. Anak-anak belajar berusaha, menghitung, berkomunikasi dan bekerja bersama. Itu pengalaman yang sangat penting bagi mereka,” tambahnya.
Selain melatih jiwa kewirausahaan, bazar tersebut juga mempererat interaksi antarsiswa dari berbagai jenjang pendidikan yang berada dalam satu naungan yayasan. Siswa TK, SMP hingga SMA dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai sekaligus mendukung kegiatan yang dibuat oleh siswa Kelas XII.
Kegiatan bazar ini diharapkan dapat menjadi pengalaman positif bagi para siswa SMAS Al-Arifin Cangak. Terlebih setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, para siswa akan menghadapi berbagai pilihan, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan usaha.
Melalui pengalaman sederhana seperti bazar, sekolah berupaya menanamkan nilai kemandirian, kreativitas, kerja sama dan tanggung jawab kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.
Editor : Sonhaji
