Sampang, Liputan12.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Sampang. Riski RMS, pemuda asal Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, berhasil meraih Juara 1 Open Tournament Domino ORADO (101) Piala Panglima TNI, yang digelar pada Minggu (27/9/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Riski sekaligus masyarakat Sampang. Di tengah ketatnya persaingan para peserta, Riski yang mengaku masih tergolong pendatang baru dalam kompetisi domino mampu menunjukkan permainan terbaik hingga keluar sebagai juara pertama.
Anggap Kemenangan sebagai Rezeki dari Yang Maha Kuasa
Usai pengumuman pemenang, Riski mengaku masih diliputi rasa haru dan bahagia. Ia tidak menyangka perjalanan kompetisinya kali ini berujung pada raihan juara pertama.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak lepas dari keberuntungan dan rezeki yang diberikan Tuhan.
«“Yang pertama pastinya sangat bangga dan berbahagia. Saya anggap kemenangan hari ini adalah rezeki dari Yang Maha Kuasa, karena pasalnya kami masih pemula. Jadi sangat bahagia dan senang,” ujar Riski.»
Meski masih pemula dalam ajang kompetisi, Riski ternyata memiliki kebiasaan berlatih secara rutin bersama rekan-rekannya di desa. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu modal dalam menjaga konsistensi permainan saat mengikuti turnamen.
Ia pun mengajak para pemuda, khususnya yang berada di wilayah pedesaan, untuk tidak ragu mengembangkan potensi dan terus berlatih.
“Untuk teman-teman yang di kampung atau di desa, teruslah belajar. Domino sudah resmi menjadi salah satu cabor di Indonesia, jadi mari kita ikuti aturan-aturan yang sudah tertera,” katanya.
Juara Kabupaten, Bersiap Menuju Kompetisi Lebih Tinggi
Bagi Riski, kemenangan di Open Tournament Domino ORADO Piala Panglima TNI bukanlah akhir perjalanan. Prestasi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan membuka peluang mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Pihak penyelenggara juga menyampaikan bahwa peraih Juara 1 dan Juara 2 dalam turnamen tersebut akan mendapatkan program pembinaan lanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi berikutnya.
Program pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para atlet berprestasi untuk mengembangkan kemampuan secara lebih terarah, termasuk menghadapi persaingan pada level provinsi maupun nasional.
Riski sendiri mengaku latihan rutin di kampung menjadi bagian penting dalam persiapannya selama ini.
“Alhamdulillah kalau latihan termasuk tiap hari, soalnya di desa itu tidak pernah absen kalau ada waktu luang,” ungkapnya.
Prestasi Riski RMS menjadi gambaran bahwa potensi atlet tidak hanya lahir dari kota-kota besar. Dengan kesempatan, latihan, dan pembinaan yang berkelanjutan, talenta dari pelosok desa juga memiliki peluang untuk berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih luas.
Kemenangan tersebut sekaligus membawa nama Desa Omben dan Kabupaten Sampang semakin dikenal dalam ajang olahraga domino, serta diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk berani mengasah bakat dan mengikuti kompetisi secara sportif.
Penulis: Saladin









