- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Peran Kades dan Puskesmas Citarik: Cepat, Humanis, dan Terkoordinasi

Sabtu, 19 September 2026 | 9/19/2026 04:59:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T09:59:16Z

Dalam kasus viralnya ODGJ di Masjid Parung Cabok, peran Pemerintah Desa Tonjong dan Puskesmas Citarik menjadi kunci utama.


Palabuhanratu, Liputan12.com - Peran Kepala Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu Kab. Sukabumi," Isep Firdaos:

1. Respon Cepat: Begitu laporan warga dan pemberitaan viral masuk, Kades tidak menunggu. Kurang dari 24 jam setelah kejadian Kamis dini hari, ia langsung turun ke lokasi pada Kamis siang pukul 11.30 WIB.

2. Koordinator Lapangan: Kades mengumpulkan semua unsur - Babinsa, Rt/Rw, Bhabinkamtibmas, agar penanganan tidak simpang siur.

3. Pendekatan Humanis: Kades menegaskan tidak ada kekerasan. Ia melarang warga main hakim sendiri dan meminta warga berhenti menyebarkan video saat ODGJ tanpa busana demi menjaga martabat kemanusiaan.

4. Jembatan ke Dinas: Kades membuka jalur rujukan ke tingkat kabupaten melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk perawatan intensif jangka panjang.


Peran Puskesmas Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kab.Sukabumi.

1. Asesmen Medis: Tim medis melakukan anamnesa kepada keluarga untuk menggali riwayat kambuh 2-3 hari terakhir.

2. Penanganan Awal: Menyiapkan pemeriksaan lanjutan dan pemberian obat penenang agar kondisi pasien stabil.

3. Rencana Rujukan: Berkoordinasi untuk evakuasi kemanusiaan agar ODGJ mendapat pengobatan rutin dan tidak kambuh berulang di lingkungan masjid.


Sinergi inilah yang diapresiasi keluarga. Bukan hanya soal keamanan warga, tapi juga soal kemanusiaan agar warga yang sakit bisa sembuh total dan kembali produktif seperti dulu saat rajin adzan dan bekerja sebagai juru parkir.



 "Langkah Pemdes Tonjong dan Puskesmas Citarik ini menjadi contoh bahwa penanganan ODGJ tidak cukup dengan pengamanan, tapi butuh sentuhan medis dan kemanusiaan." Penulis. 


Ajid Alvaro

×
Berita Terbaru Update