- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Aceh Timur Tebar 4,2 Juta Benur Udang Vaname, Hidupkan Kembali Tambak Terdampak Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 9/16/2026 10:14:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-16T15:14:05Z
Harapan baru tumbuh di tambak warga Gampong Matang Peulawi, Peureulak, Aceh Timur. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menebar 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan KKP RI untuk menghidupkan kembali 120 hektare tambak di lima gampong yang terdampak banjir.


Aceh Timur, Liputan12.com – Harapan baru mulai tumbuh di tengah hamparan tambak masyarakat Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Setelah sebelumnya terdampak banjir, aktivitas budidaya tambak perlahan kembali menggeliat melalui penebaran benur udang vaname bantuan pemerintah.


Momen tersebut berlangsung pada Rabu (16/9/2026). Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama sejumlah pejabat daerah, aparat, dan masyarakat turun langsung ke lokasi untuk melakukan penebaran perdana benur udang vaname.


Sebanyak 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Tahun Anggaran 2026 ditebar sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir.





Dengan mengenakan seragam dinas, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky turut menuangkan benur ke dalam tambak. Kehadiran langsung pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong masyarakat pembudidaya agar kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka.


“Pascabanjir, kita terus melakukan pendataan, mulai dari kerusakan tambak hingga kapal nelayan. Kita ingin masyarakat bisa kembali berusaha,” ujar Al-Farlaky.


Banjir yang melanda wilayah tersebut sebelumnya berdampak terhadap sejumlah infrastruktur tambak. Tanggul mengalami kerusakan, pintu air rusak, sementara sejumlah saluran tambak dipenuhi lumpur. Kondisi tersebut membuat aktivitas budidaya masyarakat sempat mengalami gangguan serius.


Di Kecamatan Peureulak, dari total sekitar 2.156 hektare lahan tambak, sekitar 313 hektare dilaporkan terdampak langsung akibat banjir.


Melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, KKP kemudian menyalurkan bantuan benur untuk mendukung pemulihan lahan budidaya masyarakat seluas 120 hektare yang tersebar di lima gampong.


Kelima wilayah tersebut meliputi Gampong Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih, dan Paya Lipah.


Bagi masyarakat pembudidaya, bantuan benur tersebut tidak hanya dipandang sebagai bantuan bibit, tetapi juga sebagai modal awal untuk kembali menggerakkan usaha yang sempat terhenti akibat bencana.


Dengan kembali berproduksinya tambak, masyarakat berharap pendapatan keluarga dapat pulih, kebutuhan rumah tangga kembali terpenuhi, serta aktivitas ekonomi di tingkat desa dapat berjalan normal.


Bupati Aceh Timur menegaskan bahwa penebaran benur tersebut merupakan langkah awal dari proses pemulihan yang masih membutuhkan dukungan berkelanjutan.


Ia berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang juga terdampak banjir, sehingga para pembudidaya yang mengalami kerugian dapat kembali menjalankan usahanya.


“Yang paling penting, masyarakat bisa kembali berusaha. Kita akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan ini berlanjut,” katanya.


Menurutnya, pemerintah kabupaten akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir, termasuk sektor perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.


“Pemerintah tidak berdiam. Kita terus mengawal setiap usulan bantuan agar pemulihan ekonomi masyarakat bisa segera terwujud,” tegasnya.


Penebaran benur di Matang Peulawi pun menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas budidaya setelah masyarakat menghadapi dampak banjir. Riak air tambak yang kembali dipenuhi benur menjadi tanda bahwa proses pemulihan mulai berjalan.


Meski perjalanan untuk mengembalikan kondisi tambak seperti semula masih membutuhkan waktu dan dukungan berbagai pihak, masyarakat kini memiliki harapan baru untuk kembali produktif dan menata kehidupan setelah bencana.



Reporter: Sutrisno

Kaperwil Aceh, Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update