Lamongan, Liputan12.com — Belajar sains tidak harus selalu terpaku pada buku dan penjelasan di dalam kelas. SDN Babat Kumpul, Lamongan, mencoba menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata melalui kegiatan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Melalui pembelajaran berbasis praktik, siswa diajak terlibat langsung dalam proses mengamati, mencoba, mengeksplorasi hingga membuktikan berbagai konsep sains dasar. Cara ini membuat peserta didik memiliki ruang lebih luas untuk memahami materi melalui pengalaman, bukan sekadar menghafal teori.
Kepala SDN Babat Kumpul, Kusniatur Rahma, S.Pd., mengatakan kegiatan praktikum menjadi salah satu strategi sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, dan mudah dipahami siswa.
“Melalui kegiatan praktikum IPAS ini, anak-anak tidak hanya sekadar membaca teori di buku, tetapi dapat melihat, menyentuh, dan membuktikannya secara langsung. Metode ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman konsep, sekaligus membuat suasana belajar menjadi jauh lebih hidup,” ujar Kusniatur Rahma, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, pembelajaran melalui eksperimen juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan jawaban berdasarkan hasil pengamatan mereka sendiri. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berpusat pada guru, tetapi mendorong peserta didik lebih aktif dalam memahami materi.
Berbagai eksperimen dalam praktikum tersebut memanfaatkan alat dan bahan yang relatif dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Tak hanya mengejar pemahaman materi IPAS, kegiatan praktikum juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan siswa. Mereka dilatih bekerja sama dalam kelompok, mengamati secara teliti, menyelesaikan persoalan, serta menyampaikan hasil pengamatan secara berani dan sistematis.
Pembelajaran semacam ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan keterampilan yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah dibangun melalui pengalaman belajar yang konkret.
SDN Babat Kumpul pun berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan peserta didik.
“Kami akan terus mendorong inovasi pembelajaran agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan mereka,” pungkas Kusniatur Rahma.
Dengan pembelajaran IPAS yang dikemas melalui praktik dan eksperimen, SDN Babat Kumpul berupaya menjadikan ruang kelas sebagai tempat siswa aktif bertanya, mencoba, menemukan, dan memahami ilmu pengetahuan melalui pengalaman nyata.
(THER)
