- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

“Tak Malu, Tak Gengsi Pakai Sarung”: Semarak Patriotisme Upacara HUT ke-81 RI di Ponpes Gedangan Sampang

Senin, 17 Agustus 2026 | 8/17/2026 04:53:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T10:14:42Z
“Tak Malu, Tak Gengsi Pakai Sarung”: Semarak Patriotisme Upacara HUT ke-81 RI di Ponpes Gedangan Sampang

Sampang, Liputan12.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 berlangsung penuh khidmat di berbagai daerah, termasuk di Pondok Pesantren (Ponpes) Gedangan, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih di lingkungan Ponpes Gedangan. Para santri mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian khas pesantren berupa sarung, baju koko, dan peci.

Busana tersebut justru menjadi bagian dari semangat patriotisme para santri. Mereka menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak harus ditunjukkan melalui pakaian formal, tetapi dapat tumbuh dan diwujudkan melalui identitas serta tradisi yang melekat dalam kehidupan pesantren.




Patriotisme Ala Kaum Santri

Meski mengenakan pakaian khas santri, seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib, disiplin, dan penuh penghayatan. Barisan para santri tampak rapi saat mengikuti prosesi pengibaran Sang Merah Putih.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh kuat di lingkungan pesantren. Sarung yang selama ini identik dengan kehidupan santri bukan sekadar pakaian untuk beribadah, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat pesantren.

Dalam sejarah perjuangan bangsa, kalangan ulama, kiai, dan santri juga memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, mengenakan sarung dalam upacara kemerdekaan menjadi simbol kebanggaan terhadap identitas santri sekaligus penghormatan terhadap nilai perjuangan para pendahulu.




Bangga Menjadi Santri Sarungan

Semangat tersebut tercermin dari rasa percaya diri para peserta upacara yang tidak merasa malu ataupun gengsi mengenakan sarung dalam momentum nasional.

«“Tak malu, tak gengsi pakek sarung. Saya bangga jadi santri sarungan Ponpes Gedangan!”»

Ungkapan tersebut menjadi gambaran kuat tentang bagaimana para santri memaknai kemerdekaan. Mereka tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan budaya, tradisi, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.

Semangat itu juga menjadi pesan bagi generasi muda bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan jati diri. Menjadi santri dan mengenakan sarung tetap dapat berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan, pendidikan, kreativitas, serta kecintaan terhadap tanah air.

Upacara HUT ke-81 RI di Ponpes Gedangan pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk menanamkan nilai nasionalisme kepada para santri sekaligus menguatkan pesan bahwa cinta tanah air dapat tumbuh dari berbagai lingkungan, termasuk dari pelosok pesantren di Madura.

Dari Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang, para santri Ponpes Gedangan seolah mengirimkan pesan sederhana untuk Indonesia: kemerdekaan bukan alasan untuk meninggalkan jati diri. Justru dengan menjaga tradisi, menghormati perjuangan para pendahulu, dan mencintai bangsa, generasi muda dapat terus mengisi kemerdekaan dengan cara mereka sendiri.



Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!


Reporter/Editor: Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update