- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Sampang Resmi Open House dan MPLS di Desa Sejati Camplong

Minggu, 02 Agustus 2026 | 8/02/2026 08:36:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-02T01:38:32Z


SAMPANG, liputan12.com– Sebanyak 335 siswa resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang Program pendidikan berasrama gratis menjadi salah satu langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Kegiatan Open House dan MPLS digelar di Desa sejati kecamatan Camplong kabupaten Sampang, Jumat (31/7).

Sambutan Bupati Sampang, H Slamet Junaidi mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang membuka kesempatan pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Selamat datang di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang. Ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui konsep boarding school,” ucapnya.

Kabupaten Sampang menjadi daerah dengan jumlah peserta didik terbanyak dibandingkan tiga kabupaten lain di Madura yang juga menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut.

Data yang disampaikan menunjukkan peserta asal Kabupaten Sampang terdiri dari 24 siswa jenjang SD, 104 siswa jenjang SMP, dan 85 siswa jenjang SMA. Bersama peserta dari Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep, total 335 siswa mengikuti MPLS perdana.

Sekolah Rakyat bukan sekadar memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menyediakan asrama, ruang belajar, tempat ibadah, fasilitas olahraga, hingga pembinaan karakter dan kemandirian untuk membentuk generasi unggul.

“Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Tidak boleh ada anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen penuh mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat,” tuturnya.

Sementara, perwakilan Kementerian Sosial RI, Fajar Wahyu Hermawan, menambakan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, nilai sosial dan spiritual peserta didik.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga membangun karakter, nilai spiritual, serta menyiapkan peserta didik agar mandiri dan mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

“Keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, masyarakat, hingga keluarga peserta didik agar tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan dapat terwujud,” tutupnya.



Son haji

×
Berita Terbaru Update