Sampang, Liputan12.com — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus dilakukan Satlantas Polres Sampang, Polda Jawa Timur. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, personel Satlantas turun langsung ke sejumlah titik yang dikenal memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut dilakukan melalui pembagian brosur imbauan keselamatan sekaligus edukasi langsung kepada para pengguna jalan. Langkah preventif ini diharapkan mampu mendorong masyarakat semakin disiplin dan memahami pentingnya keselamatan saat berkendara.
Kegiatan dipimpin Kanit Gakkum Satlantas Polres Sampang Ipda Nasrun W., bersama anggota Gakkum Aipda Abdullah dan Brigpol Gunawan P. Kegiatan tersebut juga melibatkan pihak Jasa Raharja Samsat Sampang yang diwakili Agus Budi Setiawan.
Tiga jalur yang menjadi sasaran kegiatan yakni Jalan Raya Taddan, Jalan Raya Torjun, dan Jalan Raya Jrengik. Ketiga koridor tersebut menjadi perhatian karena tingginya aktivitas kendaraan serta potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Di lapangan, petugas tidak hanya membagikan brosur. Para personel juga memberikan edukasi secara humanis kepada pengendara yang melintas. Masyarakat diingatkan agar selalu mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, serta tidak menggunakan telepon seluler ketika sedang mengemudikan kendaraan.
Penggunaan perlengkapan keselamatan juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi. Pengendara maupun penumpang sepeda motor diingatkan untuk selalu menggunakan helm standar SNI, sedangkan pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat diwajibkan memperhatikan penggunaan sabuk keselamatan.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sulaiman, S.H., menegaskan bahwa edukasi langsung di lapangan merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kami terus mengimbau pengguna jalan untuk senantiasa menaati peraturan lalu lintas. Jangan melakukan pelanggaran sekecil apa pun, karena kecelakaan lalu lintas selalu diawali dari sebuah pelanggaran,” tegas AKP Sulaiman.
Selain persoalan kepatuhan terhadap aturan, kondisi fisik pengemudi juga menjadi perhatian. Pengguna jalan yang melakukan perjalanan jauh diminta tidak memaksakan diri apabila tubuh sudah mengalami kelelahan atau mengantuk.
“Kami ingatkan kepada masyarakat yang sedang bepergian, jika kondisi fisik sudah merasa lelah atau mengantuk, tolong jangan dipaksakan berkendara. Segera menepi dan manfaatkan pos polisi terdekat atau tempat aman lainnya untuk beristirahat demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat faktor kelelahan dan mengantuk dapat menurunkan konsentrasi serta kemampuan pengemudi dalam merespons situasi di jalan. Karena itu, pengendara diminta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, bukan sekadar mengejar waktu perjalanan.
Satlantas Polres Sampang berharap kegiatan sosialisasi dan pembagian brosur keselamatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya di jalur-jalur yang memiliki potensi kecelakaan.
Melalui pendekatan preventif dan edukatif yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat, kepolisian berharap budaya tertib berlalu lintas semakin kuat sehingga angka kecelakaan maupun tingkat fatalitas akibat kecelakaan dapat ditekan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Respons positif dari masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa edukasi keselamatan lalu lintas secara langsung masih sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran bersama di jalan raya.
Saladin







