Palabuhanratu, Liputan12.com — Warga penerima bantuan beras rutin di Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengaku sangat terbantu dengan program bantuan pangan yang diberikan pemerintah.
Berdasarkan hasil wawancara pada Kamis (27/8/2026), warga menilai bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan tersebut sangat membantu meringankan kebutuhan pangan keluarga, terutama di tengah harga beras yang masih relatif tinggi di pasaran.
Ibu Nandini (30), warga Kampung Tonjong, RT 08/RW 06, mengatakan bantuan beras tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari bersama keluarganya.
“Alhamdulillah ngebantu pisan. Beras 10 kilo lumayan buat dua minggu. Kalau harus beli, sekarang harganya Rp15 ribu sekilo. Harapannya program ini jangan sampai berhenti,” tuturnya.
Namun, di balik manfaat yang dirasakan, sejumlah warga juga berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap pendataan penerima bantuan agar program tersebut semakin tepat sasaran.
Keluhan itu disampaikan Ibu Juju (41), warga Kampung Parung Cabok, RT 01/RW 01, Desa Tonjong. Ia berharap pendataan penerima bantuan dapat diperbarui sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa memperoleh bantuan.
“Di Desa Tonjong masih ada yang mampu dapat pembagian beras, tapi yang tidak mampu malah belum dapat. Tolong didata ulang lagi biar adil,” pintanya.
Sebelumnya, sejumlah warga juga mengeluhkan masih adanya masyarakat yang dinilai mampu namun tercatat sebagai penerima bantuan, sementara warga yang membutuhkan justru belum memperoleh bantuan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tonjong Isep Firdaus memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan mendorong perbaikan data penerima bantuan.
Isep menjelaskan, jumlah warga Desa Tonjong yang terdata sebagai penerima bantuan beras rutin tahun 2026 mencapai 1.321 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Untuk Desa Tonjong yang terdata ada 1.321 KPM,” ujar Isep.
Ia menegaskan, data penerima bantuan tersebut bukan ditentukan secara langsung oleh pemerintah desa, melainkan mengacu pada data yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Data yang kami terima adalah data resmi dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” jelasnya.
Terkait adanya warga yang dinilai mampu tetapi masih menerima bantuan, sementara warga kurang mampu belum mendapatkannya, Isep mengakui kondisi tersebut masih ditemukan di lapangan.
“Betul, memang itu terjadi. Tapi bukan desa yang memilah-milah. Itu sudah data penerima hasil dari pusat. Mudah-mudahan ke depan lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Untuk ke depan, Isep berharap kuota penerima manfaat di Desa Tonjong dapat bertambah dan pendataan semakin akurat.
“Mudah-mudahan lebih banyak kuota penerima manfaat dan lebih tepat sasaran. Jangan yang sudah pernah dapat malah hilang, justru harus lebih bertambah,” harapnya.
Ia juga meminta masyarakat yang belum menerima bantuan untuk bersabar. Pemerintah Desa Tonjong, kata dia, akan terus memperjuangkan hak masyarakat sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Mudah-mudahan beras ini dapat bermanfaat. Dan yang belum dapat harap bersabar. Saya sebagai Kepala Desa terus akan memperjuangkan hak-hak masyarakat sesuai dengan prosedural dan aturan. Terima kasih,” pungkasnya.


