Jepara, Liputan12.com - Penanganan kasus keracunan menu makan bergizi gratis di SMP N 5 Jepara yang sempat menjadi perhatian publik kini menemui titik terang dengan di tutup sementara operasional SPPG 5 Bandengan selama 30 hari untuk memberi kesempatan memperbaiki sarana dapur.
Hal tersebut banyak mendapat apresiasi dari masyarakat karena kerja cepat dari tim pengawas tingkat Kecamatan hingga Kabupaten yang berani mengambil keputusan untuk menghentikan sementara operasional SPPG 5 Bandengan selama 30 hari kedepan untuk memberi kesempatan melakukan pembenahan serta melengkapi sarana dapur.
Namun hal yang sama tidak di lakukan oleh tim pengawas dari Kecamatan maupun Kabupaten untuk SPPG 3 Bawu yang di duga air limbahnya mencemari sumur warga serta Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) nya tak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) sedangkan dari hasil musyawarah kepala dapur SPPG 3 dan warga sepakat untuk menghentikan sementara SPPG 3 selama proses perbaikan IPAL.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Budi Kris saat di konfirmasi oleh awak media terkait hasil uji laboratorium air limbah SPPG 3 Bawu dan air sumur warga menjelaskan, "Sample air sudah di ambil oleh tim dari DLH saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium." Jelasnya. Kamis, 06/08/2026.
Kepala Dapur SPPG 3 Alif saat di konfirmasi awak media terkait tindak lanjut penanganan protes dari warga menuturkan bahwa, "Saya tidak di libatkan lagi dalam penyelesaian terkait air limbah dan IPAL, pada hari minggu saat rapat dengan warga saya juga tak di undang semua di handle oleh pak petinggi dan utusan dari pemilik dapur." Tuturnya Kamis 06/08/2026.
Alif menambahkan "jujur saya kecewa kenapa saya tak di undang saat ada musyawarah dengan warga terkait penanganan IPAL dari awal kan saya yang menanggap sampai beradu argumen dengan warga tapi saat ada penyelesaian saya tak di libatkan dengan dalih menjaga marwah kepala SPPG kalau memang niat nya menjaga marwah kepala SPPG kenapa tidak dari awal saat warga protes langsung di selesaikan oleh pemilik dapur, itukan memang tanggung jawabnya." Imbuhnya.
Kini warga menunggu realisasi perbaikan IPAL SPPG 3 Bawu dalam waktu satu minggu ini jika perbaikan tidak sesuai dengan arahan dari kepala dapur dan standar dari BGN maka warga akan mengusulkan agar SPPG 3 di tutup karena masih banyak SPPG di Desa Bawu yang lebih layak dan representatif.
GN.Jpr

