Sukabumi, liputan12.com - Pesta Rakyat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Sabtu malam (29/8/2026).
Meski perayaannya adalah Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, pusat kemeriahan dipusatkan di Lapang Cangehgar Palabuhanratu. Pembukaan berlangsung meriah setelah Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Forkopimda hadir langsung membuka acara. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan penampilan Tasya Allesia Bintang Dangdut Academy 7 dan grup dangdut Sorata.
Pesta Rakyat ini tidak hanya soal panggung hiburan. Panitia juga menargetkan perputaran ekonomi warga lewat UMKM.
Direktur PT Buana Cipta Promosindo (BCP) selaku penyelenggara, Agus Chandra mengatakan pihaknya menyiapkan 110 stan.
“Pesta Rakyat ini bukan hanya soal hiburan. Salah satu tujuan utamanya adalah mendongkrak ekonomi melalui UMKM dan dunia usaha. Yang kita harapkan adalah terjadi perputaran uang dan transaksi selama kegiatan berlangsung,” ujar Agus.
Komposisi 60 persen stan diisi UMKM lokal, 40 persen pengusaha menengah dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Garut, dan Subang. Dampak ekonominya diharapkan tidak hanya di arena pesta, tapi juga di pasar dan usaha warga sekitar Cangehgar.
Rangkaian Pesta Rakyat HJKS ke-156 ini akan berlangsung hingga 13 September 2026. Puncaknya adalah Sukabumi Expo pada 10-13 September 2026 yang akan menampilkan hasil pembangunan daerah.
“Gongnya pameran itu pada 10 September. Sukabumi Expo akan menampilkan hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan sekaligus menyampaikan program yang akan dilakukan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Tahun ini Sukabumi Expo mengusung tema agroindustri dan pariwisata. Ada juga terobosan Job Fair dengan lowongan dalam dan luar negeri.
“Ini salah satu terobosan tahun ini. Jadi, masyarakat bukan hanya datang untuk melihat hiburan atau pameran, tetapi juga bisa mendapatkan informasi dan peluang pekerjaan,” tuturnya.
Agus menegaskan, perayaan ini milik semua warga Kabupaten Sukabumi, bukan hanya pemerintah, dan penyelenggaraannya tanpa menggunakan APBD.
“Hari jadi Kabupaten Sukabumi ini bukan milik pemerintah. Ini milik seluruh masyarakat. Pemerintah menjadi penggerak dan fasilitator agar perayaannya bisa dinikmati bersama,” pungkasnya.
Penulis: Ajid Alvaro
Editor :Redaksi Liputsn12.com


