- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Melestarikan Warisan Lokal, Cabdin Sampang Gelar Gebyar Edukasi dan Workshop Bahasa Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 | 8/18/2026 02:53:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T07:53:41Z
Bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jati diri. Kekhawatiran akan lunturnya warisan lokal di kalangan pelajar akibat arus teknologi, mendorong Cabdin Sampang menggelar Gebyar Edukasi dan Workshop Bahasa Daerah 2026.

Sampang, Liputan12.com – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang menggelar Gebyar Edukasi dan Budaya 2026 yang dirangkaikan dengan Workshop Bahasa Daerah bagi tenaga pendidik dan pelajar di wilayah Kecamatan Sampang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Madura kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi yang semakin pesat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang menyampaikan, pelestarian budaya lokal, termasuk bahasa daerah, perlu terus ditanamkan sejak dini melalui lingkungan pendidikan. Menurutnya, bahasa Madura tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya serta sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Di tengah perkembangan zaman, kecintaan terhadap budaya lokal harus tetap dijaga. Bahasa daerah merupakan bagian dari jati diri masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Workshop Bahasa Daerah menjadi salah satu agenda utama dalam Gebyar Edukasi dan Budaya 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pemerhati bahasa Madura.

Para peserta yang terdiri atas guru pendamping serta perwakilan siswa SMA/SMK se-Kecamatan Sampang mendapatkan materi mengenai tata bahasa Madura, seni sastra lokal, hingga metode pengajaran bahasa daerah yang lebih adaptif dan menarik bagi peserta didik di era digital.

Selain workshop, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisi, pameran karya literasi siswa, serta pemberian apresiasi kepada sekolah dan tenaga pendidik yang dinilai aktif mengintegrasikan budaya lokal dalam proses pembelajaran.

Melalui Gebyar Edukasi dan Budaya 2026, Cabdin Pendidikan Wilayah Sampang berharap semangat generasi muda untuk mengenal dan mencintai bahasa serta budaya daerah semakin tumbuh.

Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama di lingkungan satuan pendidikan agar bahasa Madura dan berbagai warisan budaya lokal tetap hidup, digunakan, serta diwariskan kepada generasi mendatang.


Penulis : Saladin 

Editor : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update