- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Geger di Pademawu, Ibu Muda Diduga Habisi Anak Kandung dengan Pisau Dapur

Senin, 17 Agustus 2026 | 8/17/2026 07:56:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T12:59:10Z
Seorang ibu muda berinisial S (28) diamankan Satreskrim Polres Pamekasan setelah diduga melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya yang berusia 5 tahun di Desa Pademawu, Kecamatan Pademawu.

Pamekasan, Liputan12.com — Warga Desa Pademawu, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, digegerkan oleh sebuah peristiwa tragis yang melibatkan seorang ibu muda dan anak kandungnya sendiri, Senin (17/8/2026) pagi.

Seorang perempuan berinisial S (28) dilaporkan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap anak kandungnya, K (5), menggunakan sebilah pisau dapur di dalam rumah.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB, ketika suami S pulang dari sawah. Setibanya di rumah, ia mendapati pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Karena merasa curiga, sang suami kemudian berupaya masuk melalui pintu belakang.

Betapa terkejutnya ia ketika menemukan anaknya dalam kondisi tidak berdaya di atas tempat tidur. Sementara itu, S disebut berada di dalam kamar dengan sebilah pisau dapur yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Teriakan dan kepanikan sang ayah kemudian mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga mendatangi lokasi dan mengamankan situasi hingga petugas kepolisian tiba.

Petugas dari Satreskrim Polres Pamekasan kemudian mengamankan S untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri. Terduga pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres Pamekasan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut. Dugaan mengenai kondisi kejiwaan pelaku juga masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan profesional dan tidak dapat disimpulkan sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.

Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut turut diamankan petugas sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sementara itu, korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis dan proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur. Aparat kepolisian juga masih mendalami keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian warga setempat. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun mengambil tindakan sendiri, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Catatan: Motif dan kondisi kejiwaan terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Informasi mengenai kronologi, status hukum pelaku, maupun hasil pemeriksaan korban perlu menunggu keterangan resmi dari kepolisian.


Penulis : Saladin 

×
Berita Terbaru Update