- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Anuwar Sahdat Dikukuhkan sebagai Datuak Putiah Suku Sikumbang di Kenegerian Bisati Sungai Sariak

Rabu, 19 Agustus 2026 | 8/19/2026 01:07:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T06:07:59Z
Amanah adat Suku Sikumbang di Kenegerian Bisati resmi beralih. Anuwar Sahdat dikukuhkan sebagai Datuak Putiah melalui prosesi adat gunting sirih yang khidmat di Sungai Sariak Tujuh Koto, Kabupaten Padang Pariaman.

Pariaman, Sumatera BaratLiputan12.com — Anuwar Sahdat resmi dikukuhkan sebagai Datuak Putiah Suku Sikumbang di Kenegerian Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (18/8/2026).

Prosesi pengukuhan yang dirangkaikan dengan acara gunting sirih tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para pemangku adat serta tokoh masyarakat. Momentum ini menjadi bagian penting dalam meneruskan amanah kepemimpinan adat di lingkungan Suku Sikumbang.

Hadir dalam prosesi tersebut para datuk pucuk dari seluruh suku adat di Sungai Sariak Tujuh Koto. Selain itu, Niniak Mamak, Cadiak Pandai, para orang tua, serta tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan terhadap pengukuhan Anuwar Sahdat sebagai Datuak Putiah Suku Sikumbang.

Pengukuhan tersebut merupakan bagian dari penerusan amanah dan garis keturunan Datuak Putiah Suku Sikumbang di Kenegerian Bisati Sungai Sariak Tujuh Koto. Dengan dikukuhkannya Anuwar Sahdat, amanah sebagai mamak suku secara adat resmi diembankan kepadanya untuk melanjutkan peran dan tanggung jawab dalam menjaga marwah serta keberlangsungan adat.

Pelaksanaan pengukuhan sebelumnya telah memperoleh kesepakatan dari para datuk dan kepala suku adat di Nagari Sungai Sariak Tujuh Koto. Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses penerusan kepemimpinan adat berjalan sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai adat yang berlaku.

Kehadiran para Niniak Mamak, Cadiak Pandai, dan tokoh masyarakat juga memperlihatkan kuatnya kebersamaan dalam menjaga tatanan kehidupan adat Minangkabau. Dukungan tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam mempertahankan nilai-nilai adat serta mempererat hubungan antarunsur masyarakat.

Sebagai Datuak Putiah Suku Sikumbang, Anuwar Sahdat diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan. Peran tersebut diharapkan dapat terus menjaga marwah suku, memperkuat persatuan, serta melestarikan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Prosesi pengukuhan dan gunting sirih berlangsung tertib, khidmat, dan lancar hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kesinambungan kepemimpinan adat sekaligus mempererat hubungan antara Niniak Mamak, pemangku adat, dan masyarakat di Kenegerian Bisati Sungai Sariak Tujuh Koto.


Penulis: Alfitria

×
Berita Terbaru Update