- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Babbalan Dusun Pato’an Batuan (Maski): Tekad Membara Petani Tembakau Sumenep, Meski Pernah Ambruk Dihajar Hujan Tak Akan Berhenti Berjuang Menanti Rezeki Ilahi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 7/18/2026 02:27:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T07:27:08Z

Sumenep, Liputan12.com – Sabtu (18/07/2026) – Di tengah hamparan ladang tembakau yang mulai menghijau kembali menyelimuti wilayah Desa Babbalan, Dusun Pato’an, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, semangat dan tekad para petani lokal masih menyala berkobar tinggi. Api semangat yang membara dalam dada mereka tak sedikit pun luntur meskipun di tahun sebelumnya, mereka harus menelan pahitnya kegagalan besar akibat curah hujan tinggi yang datang tak terduga dan menghancurkan tanaman saat sudah menjelang masa panen yang dinanti-nanti.

Musibah tahun lalu seolah menjadi ujian berat yang menguji keteguhan hati setiap petani. Berbulan-bulan lamanya mereka merawat tanaman dengan penuh kesabaran – dari menyemai bibit, menanam di lahan, menyiram secara teratur, hingga melindungi dari serangan hama dan penyakit – mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, dan harapan besar agar hasil panennya dapat memenuhi kebutuhan keluarga serta melunasi utang yang telah dikeluarkan untuk modal usaha. Namun harapan yang besar itu akhirnya terpaksa runtuh digempur cuaca yang tak bersahabat, membuat tanaman yang sudah siap dipetik rebah dan rusak secara masif sebelum waktunya. Kerugian materi yang diderita sungguh terasa sangat berat, namun cobaan itu tak lantas membuat mereka berbalik arah dan menyerah pada takdir.

Bagi Maski, salah satu petani yang menjadi suara perwakilan rekan-rekannya di Dusun Pato’an, kegagalan yang dialami bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal baru untuk bangkit kembali dengan ikhtiar yang lebih kuat dan hati yang lebih teguh menghadapi segala kemungkinan.



“Kita sebagai manusia hamba wajib berusaha sekuat tenaga dan semampu kita. Segala daya upaya akan kita kerahkan dengan sebaik mungkin, dari pagi hingga senja kita berada di ladang merawat tanaman ini. Namun soal hasil akhir dan rezeki yang akan kita terima, itu sepenuhnya berada di tangan Allah SWT yang Maha Mengetahui segala urusan dan Maha Mengatur segala nasib hamba-Nya. Kita hanya bisa berusaha sebaik mungkin, sisanya kita serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Maski dengan nada mantap dan penuh keyakinan saat ditemui di tengah ladangnya.

Kini saat musim tanam kembali tiba dan tanaman tembakau mulai tumbuh subur, langit kerap tertutup awan mendung yang membuat hati para petani berdebar-debar tak tenang. Kenangan akan musibah masa lalu sempat melintas di benak mereka, namun rasa takut itu tak boleh menguasai hati dan membuat mereka terhenti. Rasa cemas memang wajar dirasakan sebagai manusia, namun tidak boleh mengalahkan keteguhan hati dan tekad untuk terus berjuang.

“Kita harus sabar dan tetap bersikap pasrah kepada-Nya. Kita harus yakin sepenuhnya bahwa kesuksesan akan datang pada waktunya sesuai kehendak-Nya yang telah ditentukan. Mendung di atas kepala belum tentu berarti akan turun hujan, dan setiap ujian yang datang belum tentu membawa kehancuran. Selama kita tetap berpegang teguh pada iman dan terus berikhtiar dengan sungguh-sungguh, pasti jalan akan terbuka dan kebaikan akan datang kepada kita,” tambahnya dengan mata yang penuh harapan.

Pesan terpenting yang selalu mereka pegang teguh bersama adalah: jangan sampai sekali pun merasakan putus asa. Jangan sampai kita hanya duduk diam berpangku tangan di rumah, apalagi menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan sepanjang hari hanya karena pernah mengalami kegagalan di masa lalu. Menurut mereka, itu adalah hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang beriman dan memiliki tanggung jawab terhadap keluarga serta diri sendiri. Selama masih diberi nikmat napas dan kekuatan oleh Tuhan, kewajiban mereka adalah terus merawat tanaman dengan penuh perhatian, terus berjuang melawan segala kemungkinan yang dapat merusak hasil panen, dan terus berikhtiar sebaik mungkin dengan jalan yang benar.

Setiap tetes keringat yang jatuh ke permukaan tanah, setiap waktu yang dihabiskan di ladang baik di bawah terik matahari maupun di saat langit mendung, adalah bukti nyata akan ketundukan dan kepasrahan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka percaya bahwa rezeki itu sudah dijamin datangnya bagi siapa saja yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, tinggal bagaimana cara mereka meraihnya dengan jalan yang benar, kerja keras yang jujur, dan kesabaran yang tak terhingga.

Para petani tembakau di Dusun Pato’an ini telah membuktikan bahwa kehilangan materi yang dialami bisa saja terganti dengan hasil panen yang melimpah di masa depan, namun kemiskinan semangat dan rasa keputusasaan jauh lebih berbahaya dan sulit untuk disembuhkan. Selama tekad untuk terus berjuang masih membara di dada dan iman kepada Tuhan masih teguh dalam jiwa, pintu harapan dan keberkahan tak akan pernah tertutup bagi mereka yang mau bersabar dan terus berusaha.

 

Penulis/Editor: Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update