- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Merinding! Ari Andreansyah, Putra Mendiang Tukang Songgol Asal Tambelangan Sukses Lolos Audisi DA8 Indosiar

Jumat, 17 Juli 2026 | 7/17/2026 01:14:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T18:14:11Z

Sampang, Liputan12.com, – Panggung pencarian bakat nasional Dangdut Academy 8 (DA8) Indosiar pada Rabu malam (15/07/2026) menjadi saksi kelahiran harapan baru dari tanah Madura, tepatnya Kabupaten Sampang. Ari Andreansyah, pemuda berusia 21 tahun asal Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, sukses tampil memukau dengan suara emasnya, menyihir seluruh dewan juri, dan secara resmi dinyatakan lolos ke babak selanjutnya yang akan digelar di Jakarta.

Di balik kemilau penampilannya yang gemilang dan suara yang membuat semua orang terpukau, terselip kisah perjuangan yang sangat menyentuh hati dan membuat siapa saja yang mendengarnya merinding. Ari bukan berasal dari keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi melimpah. Ia adalah putra tunggal dari mendiang Bapak Mathori, sosok pekerja keras yang selama ini dikenal luas oleh warga sekitar sebagai tukang songgol – atau lebih dikenal sebagai kuli yang bertugas mengangkut dan menata perlengkapan panggung di kawasan Lapangan Pobawang, Desa Tambelangan.


Dari Balik Panggung Menuju Sorot Lampu Utama

Kisah perjalanan Ari Andreansyah sungguh penuh dengan makna yang dalam. Dulu, ayahnya selalu berada di balik layar – memeras keringat untuk mengangkat beban berat perlengkapan panggung, menata alat-alat dengan cermat, dan memastikan bahwa panggung untuk orang lain bisa berdiri kokoh dan siap digunakan. Tak ada yang menyangka bahwa kelak, putra kebanggaannya akan berdiri tegak dengan gagah di tengah panggung yang sama atau bahkan lebih besar, disorot oleh lampu utama, dan disambut dengan tepuk tangan meriah serta pujian dari ribuan penonton di seluruh Indonesia.

"Ayah saya selalu bilang, 'Ari, kerja keras itu tidak pernah mengkhianati hasil. Meski kita hanya bekerja di belakang layar, pentingnya sama dengan mereka yang tampil di depan,'" ucap Ari dengan mata berkaca-kaca saat menceritakan tentang mendiang ayahnya setelah dinyatakan lolos audisi.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga yang sederhana bukanlah tembok penghalang yang tak bisa ditembus untuk mengejar mimpi besar. Kabar kelulusan Ari di audisi DA8 langsung menyebar seperti api di padang rumput kering di Desa Tambelangan. Kerabat dekat, tetangga, guru-gurunya, hingga seluruh warga desa meramaikan halaman rumah Ari dengan rasa haru, sujud syukur, dan kebanggaan luar biasa atas pencapaian anak desa mereka.

 

Mari Bersatu Dukung Langkah Anak Hebat Ini!

Perjuangan Ari Andreansyah dalam dunia industri musik dan hiburan masih panjang dan penuh tantangan. Sebagai anak yatim yang hanya ditemani oleh ibunda yang bekerja sebagai buruh tani, ia sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Madura – mulai dari doa yang tulus, semangat yang membara, hingga dukungan suara dan vote saat babak kompetisi resmi dimulai nantinya.

"Kita tidak bisa hanya berdiri melihat anak kita yang berbakat ini berjuang sendirian. Mari kita bersatu padu mengawal langkah pemuda cerdas dan berbakat ini. Dukungan kita bukan hanya untuk membantu ia memenangkan kompetisi, melainkan lebih dari itu – untuk melihat anak yatim ini mewujudkan cita-citanya yang tinggi: mengangkat derajat keluarga, membanggakan nama Desa Tambelangan dan Kabupaten Sampang, serta membuktikan kepada mendiang ayahnya di alam sana bahwa perjuangan dan doa yang beliau curahkan selama ini tidak pernah sia-sia," pungkas salah satu tokoh masyarakat Desa Tambelangan saat memanggil dukungan bersama untuk Ari.

Semoga langkah Ari Andreansyah di dunia musik dapat terus melesat tinggi, membawa nama baik Madura ke kancah nasional, dan menjadi inspirasi bagi ribuan pemuda Madura lainnya untuk tidak pernah menyerah mengejar mimpi meskipun harus melalui jalan yang penuh tantangan.

 

Penulis/Editor: Tim Liputan12 / Sal / @gusmandie

×
Berita Terbaru Update