- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sampang Bangkit! Pertumbuhan Ekonomi Melesat, RPJMD 2025 Terlampaui di Era Bermartabat Plus

Rabu, 29 Juli 2026 | 7/29/2026 12:00:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-28T17:03:00Z
"Lompatan hebat program Bermartabat Plus yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Sampang telah membuahkan hasil gemilang. Pertumbuhan ekonomi daerah meroket tajam dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 tidak hanya berhasil ditembus, namun bahkan terlampaui. Di bawah kepemimpinan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakilnya H. Ahmad Mahfudz, Pemkab Sampang membuktikan ketangguhannya dalam mengelola anggaran dan menjalankan program pembangunan dengan capaian yang optimal."

Sampang, Liputan12.com - Lompatan hebat program Bermartabat Plus yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Sampang membuahkan hasil gemilang. Pertumbuhan ekonomi daerah meroket tajam dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 berhasil ditembus bahkan terlampaui. Di bawah kepemimpinan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakilnya H. Ahmad Mahfudz, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang membuktikan ketangguhannya dalam mengelola anggaran daerah serta menjalankan program pembangunan. Hal ini dibuktikan dengan capaian target RPJMD Kabupaten Sampang Tahun 2025 yang berhasil dipenuhi secara optimal bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Ketua Media Center Sampang (MCS) Fathor Rahman menilai, di antara kunci sukses tercapainya target RPJMD 2025, tidak lepas dari peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) sebagai motor penggerak utama. Bappelitbangda berperan dalam merumuskan, menerjemahkan, mengoordinasikan, serta memantau pencapaian target RPJMD agar selaras dengan visi kepala daerah selama lima tahun.

Tentunya, keberhasilan ini berfokus pada dua pilar utama pembangunan, yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sampang, Umi Hanik Laila, melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Pembangunan Daerah, Reza Bayu Julianto, pada Senin (27/07/2026).


Indikator Capaian RPJMD Sampang 2024-2025 Melampaui Target

Berbagai indikator pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2024 mencapai 66,72% naik menjadi 67,23% pada tahun 2025, mendekati target yang ditetapkan sebesar 67,35%. Usia Harapan Hidup (UHH) juga menunjukkan peningkatan, dari usia 73,66 tahun menjadi di atas 73,89 tahun, naik 0,23% seiring dengan perbaikan layanan kesehatan dan peran penting RSUD dr. Mohammad Zyn.

Pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 1,71%, meroket tajam di tahun 2025 menjadi 3,45% – angka yang merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui target awal sebesar 2,56%. Angka kemiskinan juga menunjukkan penurunan, dari 20,83% (sebanyak 214.320 jiwa) menjadi 20,61% (213.980 jiwa), yang mana telah memenuhi target RPJMD 2025. Sementara itu, pengeluaran per kapita meningkat dari Rp9.782.000 menjadi Rp10.030.000, yang di antaranya dipengaruhi oleh peningkatan daya beli masyarakat.


Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 5 Tahun, Pendidikan Jadi Tantangan

Salah satu capaian paling membanggakan terlihat pada sektor pertumbuhan ekonomi. Setelah sempat terperosok di angka 1,71% pada tahun 2024, laju ekonomi Kabupaten Sampang pada 2025 meroket tajam hingga mencapai 3,45%. Angka ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 2,56% dan tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sampang dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021: 0,29%; 2022: 2,31%; 2023: 2,56%; 2024: 1,71%).

"Meskipun masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (5,04%) dan Jawa Timur (5,22%), capaian 3,45% ini adalah performa terbaik daerah kita selama setengah dekade terakhir," puji Reza.

Di sisi pengentasan kemiskinan, meskipun trennya terus menurun ke angka 20,61%, Reza menegaskan pihaknya tidak ingin berpuas diri. Pasalnya, Sampang masih berada di peringkat ketiga terbawah dalam peta kemiskinan di Jawa Timur.

"Hasil ini menjadi cambuk bagi kami untuk bekerja lebih keras bersama seluruh sektor terkait. Untuk tahun 2026, kami memasang target pengentasan kemiskinan yang lebih agresif, yaitu turun hingga 19,86%," tegas Reza dengan semangat optimis.


Pimred : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update