LIPUTAN12.COM, KERINCI — Ribuan warga memadati Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Minggu (5/7/2026) sore. Mereka menghadiri Kenduri Sko Lima Desa, sebuah ritual adat sakral masyarakat Kerinci yang digelar secara berkala setiap lima tahun sekali.
Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para perantau (anak jantan dan anak batino) yang pulang kampung, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara masyarakat adat dan para pembuat kebijakan. Tiga kepala daerah di Jambi hadir langsung dalam acara tersebut, yakni Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin.
*Momentum Pelestarian Nilai Leluhur*
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa Kenduri Sko memiliki esensi mendalam sebagai instrumen penjaga sejarah dan identitas lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
"Kita hidup dengan sejarah panjang, budaya, dan adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali. Tradisi berkala ini adalah kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Al Haris.
Senada dengan Gubernur, Bupati Kerinci Monadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pusat-pusat adat sebagai benteng sosial. Ia mengapresiasi kekayaan simbol dan ungkapan adat yang masih terjaga, seperti tradisi Iyo-Iyo, peran Nek Mamak, Depati, hingga hukum adat Kato Rajo.
Namun, Monadi juga mengingatkan adanya tantangan zaman yang mengintai generasi muda, seperti ancaman judi online dan peredaran narkotika. "Kepada para orang tua, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi," tegasnya.
*Respons Pemprov Jambi Terkait Ancaman Banjir dan Infrastruktur*
Selain sebagai perayaan budaya, momentum ini dimanfaatkan warga Tanjung Pauh Mudik untuk menyampaikan aspirasi langsung mengenai persoalan wilayah mereka, terutama terkait ancaman banjir berkala dan penurunan kualitas infrastruktur lokal.
Merespons keluhan tersebut, Gubernur Al Haris menyatakan komitmennya untuk segera mengambil tindakan konkret. Ia menegaskan akan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta instansi terkait untuk melakukan kajian teknis mitigasi banjir.
"Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Jika perlu, kami tangani secara bertahap menggunakan anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan," kata Al Haris.
Sebagai bentuk dukungan awal terhadap kelancaran tata kelola kemasyarakatan di tingkat lokal, Gubernur Jambi secara simbolis menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jambi senilai Rp25 juta yang dialokasikan untuk lima desa di kawasan Tanjung Pauh Mudik.
Hadir pula dalam acara tersebut jajaran pimpinan Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten/kota, unsur pimpinan DPRD, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci.
Melalui pelaksanaan Kenduri Sko ini, masyarakat Kerinci kembali menegaskan komitmennya: menjaga hukum adat yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan, sembari menaruh harapan pada perbaikan infrastruktur demi kesejahteraan masa depan.
(JEMI)
