- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menteri Lingkungan Hidup Ajak Lakukan Taubat Ekologi Nasional

Jumat, 03 Juli 2026 | 7/03/2026 09:42:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T14:42:09Z

KOTA TEGAL, LIPUTAN 12 . COM - Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan Taubat Ekologi Nasional sebagai gerakan bersama untuk memulihkan kondisi lingkungan. 

Ajakan itu disampaikan Jumhur saat memberikan kuliah umum di Aula Universitas Harkat Negeri (UHN), Tegal, Jumat (3/7/2026) siang.

Menurut Jumhur, persoalan lingkungan yang dihadapi Indonesia merupakan tanggung jawab bersama sehingga upaya pemulihannya juga harus dilakukan secara kolektif.

"Kita harus mengakui bahwa masalah lingkungan yang kita hadapi sekarang ini adalah kesalahan kolektif kita sebagai bangsa. Karena semua bersalah, maka semua harus bertobat supaya tidak mengulangi kesalahan dan bekerja lebih keras lagi untuk memastikan kemuliaan lingkungan. Itulah yang saya sebut Gerakan Taubat Ekologi Nasional," ujarnya.

Ia mengatakan gerakan tersebut akan diwujudkan melalui berbagai langkah, antara lain penanaman dua miliar pohon, rehabilitasi mangrove dan lahan kritis, pemulihan sungai, penanganan sampah, serta pengawasan terhadap industri agar mematuhi aturan pengelolaan limbah. Pelaku usaha di sektor ekstraktif juga diminta bertanggung jawab memulihkan lingkungan melalui reklamasi dan penanaman kembali.

Jumhur menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan Gerakan Taubat Ekologi Nasional yang direncanakan diluncurkan pada Agustus 2026.

Dalam kuliah umum itu, Jumhur juga menekankan pentingnya membangun etika lingkungan di tengah upaya dunia menghadapi perubahan iklim dan mendorong pemanfaatan perdagangan karbon yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor UHN Sudirman Said mengatakan kampus harus menjadi ruang dialog untuk melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa, termasuk isu lingkungan.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai dengan menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, ekonomi, dan ekologi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menambahkan, Pemerintah Kota Tegal terus menjalankan berbagai program mitigasi perubahan iklim, seperti penanaman mangrove, pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), serta pengembangan infrastruktur ramah lingkungan.(Ag)

×
Berita Terbaru Update