- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Keuangan Internasional: Lokasinya Terlalu Sepi

Sabtu, 04 Juli 2026 | 7/04/2026 04:03:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-04T09:03:15Z

NasionalLiputan12.com – Menteri Keuangan Purbaya telah menegaskan sikap tegasnya dalam menolak rencana untuk menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat keuangan internasional. Menurutnya, alasan utama yang mendasari keputusan ini adalah kondisi lokasi wilayah IKN yang dinilai masih terlalu sepi dan belum memiliki dukungan infrastruktur serta ekosistem ekonomi yang memadai untuk mendukung fungsi sebagai pusat keuangan kelas dunia.

Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Menteri Keuangan dalam sebuah sidang resmi di lingkungan lembaga legislatif, sebagai tanggapan terhadap usulan pengembangan fungsi ekonomi khusus untuk IKN yang sedang diperbincangkan. Purbaya menekankan bahwa sebuah pusat keuangan internasional membutuhkan beberapa syarat krusial yang belum terpenuhi di wilayah IKN saat ini, termasuk kepadatan aktivitas ekonomi yang tinggi, aksesibilitas yang memadai baik melalui moda transportasi darat, laut, maupun udara, serta kedekatan dengan berbagai layanan pendukung seperti perbankan, asuransi, konsultan keuangan, dan fasilitas bisnis lainnya yang saat ini masih belum tersedia secara memadai.

"Sebuah pusat keuangan internasional tidak dapat berdiri sendiri di lokasi yang masih minim aktivitas dan dukungan infrastruktur. Kita membutuhkan ekosistem yang lengkap, mulai dari akses transportasi yang mudah, ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, hingga keberadaan berbagai institusi keuangan yang dapat mendukung jalannya aktivitas ekonomi skala internasional. Saat ini, kondisi IKN belum mampu memenuhi persyaratan tersebut karena lokasinya masih terlalu sepi dan pengembangan infrastruktur masih dalam tahap awal," jelas Menteri Keuangan dalam pidatonya.

Pandangan ini menjadi sorotan penting di tengah perdebatan yang sedang berlangsung mengenai arah pembangunan IKN. Saat ini pemerintah terus melakukan proses evaluasi dan pertimbangan mendalam terkait prioritas pengembangan fungsi pemerintahan, sektor ekonomi, serta peningkatan investasi di lokasi baru ibu kota negara tersebut. Banyak pihak yang menyampaikan berbagai pandangan mengenai potensi dan tantangan yang akan dihadapi dalam mengembangkan berbagai fungsi ekonomi di IKN, dengan berbagai argumen yang mendukung atau menyarankan penyesuaian arah pembangunan.

 

Sal / Agus

×
Berita Terbaru Update