Kota Metro, Liputan12.com – Kelompok Kuliah Kerja Lapangan-Pembangunan Potensi Masyarakat (KKL-PPM) 79, Universitas Malahayati (Unima) Lampung, sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan perundungan (bullying) di SD IT Wahdatul Ummah, Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Kegiatan yang mengusung tema “Kenali Emosi, Cegah Bullying, Wujudkan Sekolah yang Nyaman” bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengenali dan mengelola emosi, membangun sikap saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, damai, dan bebas dari tindakan perundungan.
Berlangsung dengan penuh antusias pada Jumat (24/07/2026), kegiatan ini diikuti secara aktif oleh ratusan siswa beserta jajaran guru. Rangkaian acara yang diselenggarakan meliputi pemaparan materi mengenai bentuk-bentuk perundungan dan dampaknya terhadap korban serta pelaku, terapi seni Art Mandala sebagai sarana untuk mengenali serta mengekspresikan emosi secara positif, hingga peluncuran Kotak Anonymous – wadah khusus bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun melaporkan tindakan perundungan secara rahasia tanpa rasa takut.
Kepala SD IT Wahdatul Ummah, Fitriya Ningsih, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati. Menurutnya, kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai saling menghargai dan pengendalian diri sejak usia dini kepada para siswa. Beliau berharap sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus berlanjut melalui berbagai program-program edukatif yang berdampak nyata bagi pembentukan karakter peserta didik.
Kotak Anonymous Diharapkan Jadi Ruang Aman bagi Siswa
Salah satu pemateri dari tim KKL-PPM 79, Ahmad Fauzan Arrasyid, menjelaskan bahwa upaya pencegahan perundungan tidak hanya cukup dengan penyampaian materi secara teoritis, melainkan harus didukung oleh sarana yang memudahkan siswa untuk berbicara jika mengalami atau menyaksikan masalah terkait perundungan.
“Kotak Anonymous yang kami luncurkan ini diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi siswa untuk berani menyampaikan apa yang mereka rasakan atau alami tanpa rasa terintimidasi. Dengan demikian, setiap kasus yang muncul dapat segera ditangani oleh pihak sekolah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” ujar Fauzan, yang juga merupakan putra Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS.
Di akhir kegiatan, Muhammad Putra Pratama selaku Ketua Pelaksana KKL-PPM 79 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dan kerja sama yang diberikan oleh seluruh warga sekolah SD IT Wahdatul Ummah.
“Atas nama seluruh tim KKL-PPM 79 Universitas Malahayati, kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan atau hal yang kurang berkenan. Semoga program edukasi anti bullying ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya sekolah yang inklusif, penuh empati, serta benar-benar bebas dari segala bentuk perundungan,” tuturnya dengan penuh harapan.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKL-PPM 79 berharap seluruh siswa SD IT Wahdatul Ummah semakin peka terhadap perasaan orang lain, mampu mengelola emosi dengan baik, dan bersama-sama menjaga lingkungan sekolah yang penuh kepedulian serta rasa hormat satu sama lain.
(Fauzan/Humas PWDPI)
Sahroni
