- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat Berjalan Lancar, KUA Sokobanah Pantau Beberapa Titik Masjid dan Musala untuk Peningkatan Akurasi Ibadah

Rabu, 15 Juli 2026 | 7/15/2026 09:38:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-15T14:40:23Z
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sokobanah melaksanakan Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat pada tanggal 15 hingga 16 Juli 2026, pukul 16.27 WIB sesuai jadwal Kementerian Agama RI. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan akurasi arah kiblat berjalan lancar di berbagai titik masjid dan musala yang tersebar dari Desa Tobai Tengah hingga Dusun Cangak Desa Tamberu Barat."

Sampang, Liputan12.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sokobanah telah berhasil melaksanakan Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat yang diselenggarakan secara serentak pada tanggal 15 hingga 16 Juli 2026, tepat pada pukul 16.27 WIB sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. Kegiatan yang menjadi bagian dari program nasional ini terlaksana dengan sangat lancar di beberapa titik masjid dan musala yang telah ditentukan, yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Sokobanah mulai dari Desa Tobai Tengah, Sokobanah Lor, hingga Dusun Cangak Tamberu Barat. (15-07-2026)

Pelaksanaan gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan akurasi arah kiblat pada rumah ibadah ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam memastikan bahwa umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan sesuai kaidah syariat. Kegiatan ini memanfaatkan fenomena khusus yang dikenal dengan nama Rashdul Kiblat – saat Matahari berada tepat di atas Ka'bah Makkah sehingga bayangan dari setiap benda tegak akan lurus mengarah ke arah yang berlawanan dengan kiblat. Fenomena alam yang terjadi secara berkala ini menjadi kesempatan emas untuk melakukan pengecekan dan penyesuaian arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, karena pada saat tersebut posisi Matahari dapat dijadikan sebagai acuan yang pasti.

Kepala KUA Kecamatan Sokobanah, Moh. Juwaini, bersama seluruh jajaran penyuluh agama Islam dan petugas teknis dari KUA langsung terlibat aktif dalam proses pendampingan dan pelaksanaan pengukuran arah kiblat di setiap lokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Sebelum kegiatan berlangsung, pihak KUA juga telah melakukan persiapan matang mulai dari sosialisasi kepada pengurus masjid dan musala, hingga penyiapan alat ukur yang akurat seperti kompas astronomis dan perangkat pendukung lainnya yang sesuai standar yang ditetapkan oleh Balai Besar Kajian Falak dan Kajian Ilmiah Keagamaan Kementerian Agama.



Salah satu titik utama pelaksanaan kegiatan ini berada di Masjid Nurul Jannah, Desa Tobai Tengah, yang tidak hanya dijadikan sebagai lokasi untuk pengecekan dan penyesuaian arah kiblat, tetapi juga dijadikan sebagai pusat simulasi dan edukasi langsung bagi masyarakat serta pengurus rumah ibadah dari berbagai desa di Kecamatan Sokobanah. Di lokasi ini, para peserta yang hadir diberikan penjelasan mendalam mengenai ilmu falak, pentingnya ketepatan arah kiblat dalam ibadah, serta cara-cara praktis untuk menentukan arah kiblat baik dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat maupun dengan menggunakan alat bantu lainnya sehari-hari.

Moh. Juwaini menyampaikan bahwa Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat bukan hanya sekadar aktivitas teknis atau rutinitas tahunan, melainkan momentum yang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas tentang makna filosofis dan praktis dari ketepatan arah kiblat dalam melaksanakan ibadah seperti shalat, berdoa, dan ibadah lainnya yang menghadap kiblat.

"Alhamdulillah, pelaksanaan Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat di Kecamatan Sokobanah berjalan dengan sangat lancar dan sesuai dengan harapan. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengurus masjid dan musala, tokoh agama lokal, hingga masyarakat luas dari berbagai usia yang dengan senang hati mengikuti setiap tahapan proses pengecekan arah kiblat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan beribadah masyarakat dan menjadi bagian penting dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan yang kami berikan di tengah masyarakat Kecamatan Sokobanah," ungkapnya dengan penuh rasa syukur setelah menyaksikan langsung pelaksanaan di beberapa lokasi.

Selain melakukan pengecekan dan penyesuaian arah kiblat pada struktur bangunan rumah ibadah, kegiatan ini juga menyasar pada edukasi masyarakat tentang cara-cara sederhana namun akurat untuk menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi Matahari pada saat terjadinya Rashdul Kiblat. Para narasumber dari KUA menjelaskan bahwa pengetahuan ini sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil yang mungkin belum memiliki akses terhadap alat ukur yang canggih, atau bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan berada dalam kondisi darurat sehingga membutuhkan cara yang mudah untuk menentukan arah kiblat dengan benar.

Beberapa pengurus masjid yang ikut serta dalam kegiatan ini menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap upaya KUA Kecamatan Sokobanah. Salah satunya adalah Ketua Pengurus Masjid Nurul Jannah, H. Mochammad Sholeh, yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu mereka dalam memastikan bahwa arah kiblat di masjid yang mereka kelola sudah sesuai dengan standar yang benar.

"Dengan adanya pengecekan dan penyesuaian ini, kami merasa lebih yakin bahwa jamaah yang melaksanakan ibadah di masjid kami sedang menghadap arah kiblat yang benar. Selain itu, pengetahuan yang kami dapatkan dari kegiatan edukasi ini juga sangat berharga untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar," ujarnya.

Dengan demikian, diharapkan semakin banyak masjid dan musala di Kecamatan Sokobanah yang memiliki arah kiblat yang akurat sesuai dengan kaidah ilmu falak yang telah diakui secara ilmiah dan syariat. KUA Kecamatan Sokobanah juga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan pendampingan yang maksimal kepada masyarakat dalam bidang kemasjidan dan keagamaan lainnya, termasuk menyediakan layanan konsultasi dan pengukuran arah kiblat secara berkala sesuai permintaan dari masyarakat atau pengurus rumah ibadah. Hal ini menjadi bagian dari upaya KUA untuk memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, akuntabel, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan kualitas ibadah dan kehidupan beragama masyarakat di Kecamatan Sokobanah.


Redaksi 

×
Berita Terbaru Update