![]() |
| - "Belatung Ditemukan di Menu MBG SMPN 1 Sampang – Kepala SPPG Gunung Sekar Dikritik Mencari Alasan" |
Sampang, Liputan12.com – Kamis (23/07/2026) – Kasus yang mengerikan kembali menghiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang. Video yang menampilkan belatung hidup yang terlihat jelas di dalam sayur terong pada menu MBG yang disajikan telah viral di berbagai platform media sosial dan memicu kemarahan luas dari para orang tua siswa serta masyarakat umum. Insiden ini terjadi pada Selasa (21/07/2026) di SMP Negeri 1 Sampang.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan, paket makanan yang menjadi sorotan tersebut disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sekar yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Bakti Desa Nusantara, dengan alamat di Jalan Kramat, Kelurahan Gunung Sekar. Kualitas dan kebersihan penyajian makanan yang selama ini dijanjikan kini menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat yang semakin khawatir dengan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.
Kepala SPPG Minta Maaf Namun Dinilai Mencari Alasan
Ketika dikonfirmasi terkait kasus ini, Kepala SPPG Gunung Sekar, Rifaldy, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan. Namun, pernyataan yang disampaikannya dinilai oleh banyak pihak seolah-olah sedang membenarkan diri dan tidak mengambil tanggung jawab penuh.
“Saya sudah menerima informasi terkait video yang sedang beredar tersebut. Namun perlu kami jelaskan bahwa terong yang diolah telah melalui proses pemanasan, di mana belatung seharusnya mati pada suhu di atas 50 derajat celcius. Kami juga memiliki dokumentasi lengkap mengenai proses pengolahan makanan di dapur kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah dan menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, hanya ditemukan satu ekor belatung pada bagian sayur terong saja, sedangkan lauk dan komponen makanan lainnya dinyatakan tidak berbau tidak sedap dan aman untuk dikonsumsi.
Pernyataan tersebut justru semakin memicu kritik dari masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa jika proses pengolahan makanan benar-benar dilakukan dengan standar higienis dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, maka mustahil masih ada belatung yang tersisa dalam makanan yang disajikan. “Ucapan yang disampaikan tidak sejalan dengan fakta yang terlihat jelas di lapangan. Jika benar-benar higienis, tidak mungkin ada serangga hidup di dalam makanan,” tegas salah satu orang tua siswa yang不愿 disebutkan namanya.
Warga Keluhkan Tidak Menyerap Tenaga Kerja Lokal
Kekecewaan masyarakat terhadap keberadaan SPPG Gunung Sekar tidak hanya terkait dengan masalah kebersihan makanan. Beberapa warga sekitar lokasi SPPG mengeluhkan bahwa selama ini tidak satu pun tenaga kerja yang diambil dari warga setempat.
“Semua pegawai dan pekerja di sana adalah orang luar. Padahal lembaga ini berdiri di wilayah kami. Kenapa harus didirikan di sini jika tidak memberikan manfaat apapun bagi warga sekitar, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja anak kampung?” keluh salah satu warga Kelurahan Gunung Sekar.
Dalam kesempatan ini, warga juga dengan tegas menyuarakan harapan mereka agar lembaga penyedia MBG tersebut segera dipindahkan lokasinya atau bahkan ditutup saja. “Selain kualitas makanannya yang tidak layak dan menjijikkan, keberadaannya di sini tidak memberi manfaat apapun bagi kami. Lebih baik dipindahkan ke tempat lain atau dibubarkan saja agar tidak ada kasus serupa yang terjadi lagi ke depannya,” tandas seorang warga lainnya dengan penuh kemarahan.
Editor: ag
