- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

"Waduk dikeruk, Warga Sukabangun terlepas dari mimpi buruk".

Selasa, 09 Juni 2026 | 6/09/2026 06:24:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-09T11:24:25Z

 

Palembangliputan 12 com. Penantian panjang bercampur rasa cemas, dan dicekam rasa kekhawatiran bila musim hujan datang. 

Jalanan dan pemukiman bak lautan, tergenang air yang datang, Karena kolam retensi (waduk)sudah tidak mampu lagi menampung debit air. 

Lebih dari 10 RT terdampak genangan dan Banjir, apalagi kalau hujan turun dalam durasi yang cukup lama dan intensitas yang tinggi, dan seketika aktivitas Warga lumpuh. 

Hal itulah sedikit gambaran yang dirasakan Warga dikelurahan Sukabangun yang berada disekitar kolam retensi (waduk) sosial yang sekian lama mengalami sedimentasi hingga hampir 80 persen. 


Hal ini sudah di bahas dalam beberapa kesempatan, bersama pemerintah setempat dan dalam kesempatan reses DPR kota dan provinsi. 

Usulan demi usulan sudah beberapa kali diajukan dalam Musrenbang dan program lainya, namun penantian belum terwujud. 

Pada satu kesempatan, walikota Palembang, Drs Ratu Dewa, turun langsung kelapangan mendengar keluhan dan aduan Warga baik langsung maupun melalui media sosial, mengunjungi dan melihat langsung kondisi waduk yang sudah hampir menjadi lapangan bola. 

Kunjungan langsung walikota Palembang bersama membawa dinas terkait dan Para pemangku pemerintahan setempat berbuah manis. 

Penantian warga RW 05 dan sekitarnya akhirnya di wujudkan (9/05/26).

Dengan menerjunkan alat berat (eksavator), Tim PUPR SDA -IL pemerintah kota Palembang melakukan kegiatan pengerukan sedimen waduk sosial. 

Hal ini tentunya disambut gembira warga RW 05 dan sekitar waduk. 

"Hal ini adalah harapan Warga selama 5 tahun, yang selalu di bayangin rasa cemas" ujar Rusli Ketua RW 05 kelurahan Sukabangun. 

Semoga bila hujan datang akan menjadi berkah, bukan justru jadi musibah bagi warga "tambah Rusli.

Dan apresiasi juga diberikan kepada semua pihak, pemerintah kota, melalui dinas PUPR SDA -IL,lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas peduli sungai dan peduli banjir (KMPSPB), tokoh masyarakat, yang terus Peduli memberikan perhatian terhadap kondisi waduk sosial, ujar Rusli melalui media.


(Kontributor Palembang)

×
Berita Terbaru Update