- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Suara Warga Sampang: Kami Tunggu Kebijakan, Semoga Didengar Pak Presiden

Jumat, 12 Juni 2026 | 6/12/2026 12:41:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T05:41:26Z

SAMPANG, Liputan12.com — Keluhan dan harapan yang mendalam kembali disampaikan oleh puluhan pedagang kecil pengecer Pertalite yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang. Dengan nada memohon namun tegas, mereka menyampaikan aspirasi yang mendesak terkait kelangsungan usaha yang menjadi sandaran hidup keluarga mereka: "Kami tunggu kebijakan pemerintah. Kami ingin hidup."

Para pedagang yang sebagian besar telah menjalankan usaha selama bertahun-tahun ini mengaku merasa tertekan oleh serangkaian peraturan yang terus diperbarui serta prosedur administratif yang dianggap rumit. Mereka mempertanyakan apakah ada solusi yang adil dan manusiawi untuk nasib rakyat kecil seperti mereka yang hanya ingin mencari nafkah secara halal.

"Selama ini, berbagai aturan dan prosedur yang berlaku justru terasa mempersulit jalannya usaha, bukan malah memudahkan aktivitas kami. Mulai dari proses izin yang memakan waktu lama, persyaratan yang sulit dipenuhi, hingga ketentuan yang terkadang kurang jelas arahannya," ungkap salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Sampang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Beberapa di antaranya juga mengaku telah mengalami kesulitan dalam memperoleh pasokan bahan bakar secara teratur, sehingga sering kali harus menghadapi keluhan dari pelanggan yang datang namun tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan. Kondisi ini semakin membuat mereka khawatir akan kehilangan sumber penghasilan utama keluarga.

"Jangan dipersulit terus. Carikan jalan keluar yang baik agar kami bisa berusaha dengan tenang dan akhirnya rakyat bisa sejahtera. Sekiranya suara kami ini didengar oleh Pak Presiden Prabowo Subianto," ujar Hadi (52), seorang pedagang pengecer Pertalite dari Desa Kedung Jepara yang mewakili rekan-rekannya dari berbagai wilayah di Kabupaten Sampang.

Menurut Hadi, usaha kecil seperti mereka bukan hanya sekadar mencari untung, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat luas yang membutuhkan akses bahan bakar di wilayah mereka. Banyak warga yang tidak mampu jauh-jauh pergi ke SPBU besar, sehingga pengecer seperti mereka menjadi solusi praktis untuk kebutuhan sehari-hari.

Mereka berharap aspirasi ini dapat sampai ke telinga pimpinan tertinggi negeri melalui berbagai jalur yang ada. Harapan utama mereka adalah agar kebijakan yang diambil nantinya tidak mematikan usaha rakyat kecil, melainkan justru membuka jalan menuju kesejahteraan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat. Mereka juga berharap pemerintah dapat melakukan pendengaran langsung untuk memahami kondisi sebenarnya di lapangan sebelum menetapkan kebijakan baru.

"Kami percaya Pak Presiden memiliki hati yang peduli terhadap rakyat kecil. Semoga suara kami ini tidak hanya terdengar, tetapi juga mendapatkan tanggapan yang konstruktif agar usaha kami bisa tetap berjalan dan berkontribusi bagi kemakmuran daerah," tambah salah satu pedagang lainnya.


Saladin 

×
Berita Terbaru Update